Kamis, 25 April 2013

Nadia, Abg Cantik dan kehidupan.


Namaku Nadia,aku pelajar di suatu sma di Bekasi.Aku sudah pernah 2 kali ml.Sekali dgn pacarku,Marcel,dan sekali dengan teman Marcel (baca kisah cintaku dengan Nadia eps1&2).Sebagai anak sma,tubuhku memang indah,terutama toketku yang membuat orang gemas.Sekarang aku akan menceritakan pengalamanku saat aku diperkosa tukang ojek beberapa bulan lalu.


Saat itu sudah sore saat aku pulang sekolah.Aku berniat pulang setelah aku dan Marcel ml di ruang av.Aku merasa lelah setelah selama hampir 30menit Marcel menggenjotku.Toketku terasa sedikit sakit karena Marcel sangat gemas dengan gunung kembarku.Aku keluar dari sekolah,biasanya aku pulang bareng Marcel,tapi hari itu dia mau nongkrong dulu.Aku putuskan naik ojek aja.

"bang,ojek!" aku memanggil ojek.
"kemana,neng?"
"ke galaxy.." kataku
"ok.."

Ojek ini adalah langgananku,namanya bang Eric.Karena lelah,aku menyenderkan badanku ke badan Bang Eric,otomatis toket montok-ku menempel dipunggungnya.Hal ini yang mengawali kisah ini.Belum sampe rumah,tiba-tiba bang Eric berhenti di gang sepi,didepan rumah kosong yang merupakan rumahnya sendiri.

"ada apa bang?" tanyaku.
"sebentar,neng.Turun dulu aja!" balasnya.
Aku turun dari motor rx-king nya.Baru turun,bang Eric menggenggam tanganku dan menyeretku masuk.
"lho? Bang! Apa-apaan ni?" aku kaget bercampur panik.
"ikut abang aja,kita asik-asikan berdua"
"apa?! Tol..Emfhhhh" aku tak bisa teriak karena ia membekap mulutku,setelah itu dia menyeretku kedalam kamarnya.
"mhh..Apa-apaan ni bang!" aku kesal dan ketakutan.
"udah..Abang kasi yang enak2 neng.."
"nggak..Mfffhh.." kata-kataku terputus.

Kini bang eric mendekapku dan mencium bibir mungilku.Aku terus meronta sambil terus berusaha melepas ciumannya,bang eric lalu menarik lepas tas dan jaketku,sambil tetap menciumku,tangan bang eric naik mengikuti lekuk tubuhku,lalu tangannya berhenti di toketku,ia mulai bermain,ia meremas toketku dengan gemas.Ciumannya pun makin liar,aku merasa terangsang karena merasakan permainan tangannya ditoketku.Aku membuka mulutku,merasa dapat angin,bang eric memasukan lidahnya,menyapu telak langit-langit ku,lidah kami bertemu.Aku mulai mendesah sedikit,bang eric makin semangat,ia meremas toketku dengan gemas dan perlahan,ia sangat pintar mempermainkan nafsuku. Dengan mudah,Aku nafsuku naik,kini aku memeluk bang eric dengan erat,sehingga ia makin mudah meremas toketku.Puas menciumku,ia melepas ciumannya,tapi terus meremas toketku bahkan,kali ini makin liar,
"emhhh..Emmmhhh..Ohhh..Bang..Ummhhh..Ah,enak bang remesannya" aku mendesah.Permainan Bang eric makin kasar,ia meremas toketku semakin cepat dan kencang.

"oh..Oh..Ohhhh..Sakit bang..Emhh.." aku mendesah lagi,remasannya yang liar itu membuat toketku sakit.Setelah puas meremas ia melepas semua kancing seragamku,lalu menyusul rok-ku,ia juga melepas semua pakaiannya sehingga ia telanjang bulat.Aku kaget melihat penisnya yang besar itu,aku bayangkan sakitnya ditusuk penisnya yang kekar itu,tapi aku juga senang karena dia pasti kuat menggenjotku berjam-jam.Tanpa kusadari,bang eric sudah dibelakangku,lalu tangannya maju kedepan,meremas payudaraku yang masih terbungkus bh putih itu dari belakang,"mmhh..Enakgh.." dua tangan bang eric yang kekar itu lama bermain di toketku,ia meremas perlahan,lalu cepat dan ia meremas toketku lagi dengan perlahan,bang eric sudah sangat bernafsu mencicipiku,kini tangan kirinya menelusup dibalik bhku,ia mengelus toketku dan putingku,lalu dimainkannya puting kiriku,pertama dia hanya mengelusnya,lalu memilin putingku,aku berkelojotan "sshhh.."aku mendesah.Aku yang sudah terbawa nafsu lalu meraih tangan kanannya yang mengelusi paha mulusku lalu menaruh tangannya di toket kananku,setelah itu,tangannya menelusup ke balik bhku,lalu langsung memilin putingku,sementara itu ia mencupangi leherku.

"ssshhh..Eghh..Enak bang" aku mendesah,nafsuku makin melambung tinggi,kenikmatan menjalar keseluruh tubuhku,kurasakan putingku sudah mengeras karena dicubit bang eric terus2an,sebelumnya marcel juga tak berhenti mengisap putingku.Desahanku membuat bang eric tidak menghentikan permainannya,dengan kedua tangannya,ia memilin puting kiri-kananku sambil sesekali meremas toketku.Puas bermain dengan putingku,bang eric langsung membuka kaitan bhku,dalam sekejap,bh putih

34b itu pun lepas.Bang eric rupanya sudah tak tahan lagi,dilepasnya juga cd-ku.Kemudian ia menyuruhku duduk,dia memegang kepalaku,mengarahkanku ke penis supernya itu,aku sudah tau yang dia inginkan,pertama kukocok pelan batang penisnya,lalu kumasukkan penisnya kedalam mulutku.

"ssshhh..Ah..Enak neng,udah pengalaman ya? Terus..Ohh..Enak.." bang eric mendesah menahan nikmat,aku makin terbawa nafsu,kukulum perlahan penisnya,kumaju-mundurkan kepalaku,tapi penisnya yang besar itu tak dapat kumasukkan seluruhnya,bang eric lalu membelai rambutku,lalu menyibakkannya kesamping,sehingga pundakku yang mulus pun terlihat jelas,tangannya mulai turun lagi,membelai wajah cantikku,lalu turun lagi,dicaploknya payudara kiriku,ia menggosokkan jarinya pada putingku yang sudah mengeras itu,aku juga telah terbawa nafsu,kali ini aku memasukkan jariku sendiri kedalam vaginaku,sambil tetap mengulum penis bang eric.

"ah..Mau keluar nih neng..Isep..Ohhhhhh" bang eric meleguh panjang,bersamaan dengan itu,muncratlah spermanya kedalam mulutku,saking banyaknya sampai keluar dari mulutku,bang eric menekan kepalaku lebih dalam,sehingga cairan putih itu pun tertelan.

Aku pun melepas kulumanku,bang eric rupanya sudah ingin menerobos penisku,ia merebahkanku dilantai,dibukanya pahaku lebar-lebar,lalu ia memasukkan jarinya kedalam vaginaku,lalu digerakkannya maju-mundur.

"ah..Ah..Ah..Ahh..Bang..Ooohh.." aku mendesah,aku tak tahan setiap vaginaku disodok seperti itu,aksi bang eric makin gila,ia makin cepat menggerakkan jarinya sehingga membuatku merem melek dan mendesah tak karuan.
"umhh..Umhh..Mmhh..Sakit..
Ahhh.." desahanku tak membuat bang eric mengurangi kecepatannya,malah ia makin menjadi,disodokkannya tangannya lebih dalam lagi.
"aaahhhhh..Ahhh.." aku mengerang menahan sakit,kini vaginaku sudah sangat basah.Puas bermain menggunakan jarinya,ia langsung memasukkan penisnya.
"oooohhh...Bang..Sakit..Emmhhh.." aku meleguh menahan sakit,sementara bang eric berusaha memasukkan penisnya.
"ah..Sabar ya neng,abis vagina eneng masih rapet,seret lagi,biar ga perawan tapi enak"

setelah itu,ia berusaha memasukkan penisnya,didorongnya sekuat tenaga,dengan bantuan cairan pelumas vaginaku,akhirnya penisnya masuk seluruhnya kedalam vaginaku."oohh..Oh..Enak..Ummhh.."desahanku membuat nafsu bang eric bertambah,ia mulai menggenjot vaginaku,ia menggoyangkan pinggulnya pelan,dan makin cepat."ah..Ahh..Ah..Enak..Emmhhh..

Terus bangg..Oogghh.." Aku mendesah tak karuan,sedangkan bang eric kini menggenjotku dengan kecepatan tinggi,aku sangat terangsang,sehingga sambil mendesah,aku meremas payudaraku sendiri,melihatku seperti itu,bang eric langsung meremas toket kanan ku,dicubitinya putingku,lalu tangan sebelahnya meraih toket kiriku,ia lalu menggesekkan jarinya pada putingku,lalu mencubit putingku,ia mencubit kedua putingku yang sudah keras itu dengan sangat gemas.
"ohh..Ohhh..Ooohhh..Bangg..Emgghhhh" Aku sudah merasa akan mendapatkan orgasmeku sebentar lagi,kini aku juga ikut menggoyangkan pinggulku,kupacu dengan cepat,bang eric kini hanya meremas toketku saja,kugoyang makin cepat lalu.."emhhhhh..." sebuah desahan panjang keluar dari mulutku,badanku melengkung dan menggelinjang,dibawah sana aku dapat merasakan cairan kenikmatanku membasahi selangkanganku,tubuhku lemas.Bang eric rupanya belum puas,ia mencabut penisnya dari vaginaku,lalu duduk menyandar ke tembok,aku pun langsung tau yang diinginkannya,aku lalu duduk berhadapan,penisnya dengan leluasa memasuki vaginaku,lalu kugoyangkan pinggulku.

"ah..Ah..Enak neng.."
aku terus menggoyangkan pinggulku,aku dapat merasakan tangan bang eric mengelus payudaraku.

"toketnya montok banget neng..Slrrppp.." bang eric langsung mengisap putingku,sedangkan kedua tangannya mengelus punggungku,menelusuri tiap lekuk tubuhku."ahh..Ahhh..Bang..Eeemhh.." bang eric mengenyot toketku agak kasar sehingga aku mendesah.Bang eric tampaknya sangat menyukai toketku,ia tak berhenti mengenyot toketku bergantian kanan kiri,kini tangannya mulai bermain lagi,ia mengenyot toket kananku,lalu meremas toketku yang tak dikenyotnya,ia lakukan itu berulang-ulang bergantian kiri-kanan.

"oh..Ohh..Oh..Ayo terus bang..Enak..Umhhh.." aku merasakan putingku makin keras dan meruncing,aku terus menggoyangkan pinggulku,semakin kutambah kecepatanku,bang eric mulai menceracau tak jelas,lalu ia menekan pinggulku agar penisnya masuk lebih dalam,"uhhhhh.." sebuah leguhan panjang keluas dari mulut bang eric,bersamaan dengan itu,spermanya muncrat,masuk kedalam vaginaku.

Aku sudah kelelahan saat itu,tapi bang eric masih saja ingin menggenjotku,kali ini tetap posisi duduk,tapi aku membelakangi bang eric,kugoyangkan lagi pinggulku,sementara tangan bang eric menggerayangi toketku yang basah karena keringat bercampur liur.

"toketnya enak neng..Kenceng,kenyel..Pasti pacar eneng juga demen ngenyot deh.." bang eric rupanya memang senang dengan toketku,aku jadi merasa bangga dengan toket 34b ku yang montok ini.Kini kedua tangan bang eric memainkan kedua toketku,ia memilin kedua putingku dengan gemas.Tiba-tiba kudengar pintu kamar terbuka,masuklah dua orang teman bang eric,bang edwin,sedangkan yang satu lagi aku mengenalinya,Enric,dia adalah tetanggaku.Aku sudah sangat lemas karena sudah digenjot selama 30menit oleh bang eric,sehingga aku pasrah saja saat 2orang itu dateng.Enric langsung mendatangiku.

"wah..Kayaknya gw kenalni..Oiya..Lu Nadia kan?"Enric sedikit berbasa-basi."ric,awasin tanganlu,gw pengen liat toket tetangga gw!"
Bang eric menghentikan remasannya dan melepas tangannya dari toketku.
"toket tetangga lu enak banget! Kenyel,montok! Enak!" bang eric mempromosikan toketku.

Aku masih terus menggoyangkan pinggulku,bahkan kini kugoyangkan dengan cepat,bang eric menceracau tak jelas,kulihat kesamping-ternyata edwin sedang sibuk mengabadikan aktivitas kami dengan handycamnya,sedangkan Enric memperhatikan toketku dan mengelus toketku,elusannya yang halus itu membuatku geli.

"oh..Ohhh..Ohhh..Oh..".Kurasakan tubuhku lemas,tapi gelombang kenikmatan yang melandaku membuatku tak merasakannya,dapat kurasakan cairan kewanitaanku membasahi selangkanganku,goyanganku berhenti,bang eric yang belum mencapai klimaks,kini menggenjot vaginaku,sedangkan Enric kini sedang meremas toketku dengan kedua tangannya,digosokkan jarinya pada putingku,lalu mencubitnya.

"emmmhhhhh.." cubitannya yang kasar itu membuat putingku terasa sakit.
"mmm..Toketnya enak banget! Pasti kalo dikenyot lebih enak deh..Slrrrpp" dalam sekejap ia sudah mengenyot toketku.Sedangkan tangannya meremas toketku yang tak dikenyot."ummhhhh.."sebuah leguhan panjang dari bang eric,kedua tangannya menahan pinggulku sehingga penisnya menancap lebih dalam.Setelah mendapat orgasmenya,ia melepaskan penisnya dari vaginaku lalu mengatur nafasnya yang tersengal-sengal,ia menggenjotku selama kurang lebih
45menit,ia juga tak pernah melepaskan tangannya dari toketku.
Aku sudah sangat lemas,kali ini giliran Enric mencobaku,ia sedang sibuk mengenyot toketku.

Ia mengenyot toketku sampai pipinya kempot,putingku sudah sangat keras.Tangan Enric tidak bisa diam,dia meremas toketku yang tak dikenyotnya,dimainkannya putingku hingga aku menggelinjang keenakan.Setelah puas mengenyot toketku,ia melepas semua pakaiannya,lalu dia mengarahkan penisnya tepat didepan mulutku.Aku ingin ini semua cepat selesai,langsung saja kumasukkan penisnya kedalam mulutku dan kukulum perlahan hingga pemiliknya merem melek.

"ah..Ah..Nikmat..Toketlu enak..Pasti rajin ngerawat ya! Toket kenceng gitu! Ukuran bh lu berapa?" tanyanya.
"toket gw enak ya? Semua cowok juga ngomong gitu..Ukuran gw 34b,masa' gitu aja ga tau?"kataku.Lalu,aku kembali menyepong penisnya.
"mmhh..Ya..Toket montok yang nikmat.." balasnya.

Aku terus menyepongnya,aku jadi makin bangga dengan toketku yang montok.Belum keluar spermanya dimulutku,Enric sudah menarik badannya,ia sudah tak tahan ingin mengocok vaginaku.Ia mengatur posisi doggy style,lalu langsung dimasukkannya penisnya kedalam vaginaku,vaginaku yang sangat basah membuatnya leluasa menggerakkan penisnya,kedua tangannya membelai paha mulusku,lalu maju,ia meraba toketku yang menggantung,lalu memilin kedua putingku dengan gemas,ia menggoyangkan pinggulnya dengan sangat cepat,sementara itu bang Edwin sudah melepas semua pakaiannya,penisnya yang besar dan panjang itu tepat mengacung didepan mulutku,tangannya memegang kepalaku lalu mengarahkanku ke selangkangannya,lalu langsung kukulum penis besar itu.Aku ngeri dengan penisnya yang besar itu,"pasti akan sangat sakit saat ia menggenjotku" kataku dalam hati.Sementara itu Enric terus menggenjotku dengan cepat dibelakang sana,sedangkan kedua tangannya tak pernah berhenti meremas toketku atau mencubit putingku.Aku merasa sudah semakin lemas,tapi aku masih harus melayani seorang lagi,tapi-entah kenapa-aku tak ingin persetubuhan ini berhenti.Aku masih terus mengulum penis bang Edwin,sedangkan Enric tampak masih sangat bertenaga menggenjotku.Aku merasa sudah semakin dekat dengan puncak,kukulum penis bang Edwin dengan cepat hingga ia merem melek sementara Enric mempermainkan nafsuku dengan mencubiti putingku sambil tetap menggenjot ku dari belakang.

Rupanya permainan Enric pada putingku-lah yang membuat nafsuku melambung tak terkendali. Kukocok penis bang Edwin dengan cepat hand job ku membuat bang Edwin menggelinjang kenikmatan. "sss..Bentar lagi keluar nih neng..Isep! Ughhh.." bang Edwin meleguh panjang,bersamaan dengan itu muncratlah cairan putih kental kedalam mulutku,spermanya muncrat banyak,sehingga sebagian keluar dari mulutku.Aku juga merasa akan mendapatkannya sebentar lagi.Enric masih terus menggenjotku dengan kecepatan tinggi,kedua tangannya yang kekar itu masih meremas toketku tanpa henti,gesekkan antara dinding vaginaku dan penisnya memberikan sensasi nikmat yang tak terlukiskan bagi ku,aku makin melambung tinggi,serasa melayang,lalu "aahhhhhhh..." sebuah leguhan panjang keluar dari mulutku,tubuhku menggelinjang dan lagi-lagi cairan kewanitaanku membasahi selangkanganku,dibelakang sana ternyata Enric juga telah orgasme,hanya beberapa saat setelahku.

Enric meleguh panjang dan menyodokkan penisnya lebih dalam,sementara tangannya meremas kuat toketku.Lalu ia mencabut penisnya dari vaginaku,kali ini tiba giliran bang Edwin yang menggenjotku,ia rebah dilantai,lalu aku duduk diatasnya,dengan mudah penis besarnya itu menerobos masuk vaginaku.Tangan bang Edwin memegang pinggulku,lalu ia menggoyangkan pinggulku,dengan sisa tenagaku,aku mencoba menggoyangkan pinggulku,melihatku menggoyangkan pinggulku,kedua tangannya naik,lalu berhenti di kedua putingku,ia mencubit putingku dan menggesekkan jarinya pada putingku.Aku terus menggoyangkan pinggulku,sementara toketku tak pernah lepas dari incaran tangan-tangan lapar itu.Setelah 8 menit dengan posisi itu bang Edwin berganti gaya,kali ini aku dan dia duduk berhadapan.Kugoyangkan pinggulku dengan cepat,sementara dia mencium bibirku dengan penuh nafsu,kedua tangannya meremas toketku dengan gemas,lalu,ciumannya turun,ia menyapu leherku dengan lidahnya,lalu turun lagi,menciumg pundakku dan berhenti di toket kananku,tangannya memegang pinggulku.

"ssshhh..ah..Ahh.." aku mendesah saat ia mengenyot toketku.Bang Eric merekamku dengan handycamnya,sedangkan Enric sibuk memotret aktivitas ku dengan N95 nya."oh..Ohh..Bang..Enak..Ayo..Terus..Mana kenyotannya bang.. Emhh.. " Bang Edwin langsung mengenyot toketku dengan rakus,sementara tangannya meremas toketku yang tak dikenyotnya.Aku yang terhanyut dalam kenikmatan makin cepat menggoyangkan pinggulku,sementara bang Edwin pun makin liar,ia mengenyot toketku sampai pipinya kempot,sedangkan remasannya makin kuat dan kencang sehingga membuat toketku sedikit sakit.

"oh..Oh..Oh..Oh..Ohhhhh...Enak..Umhh..." aku merasakan kenikmatan yang tak dapat diungkapkan di sekujur tubuhku.Tubuhku kini telah basah oleh keringat,sementara toketku sudah basah terkena liur dan sudah memerah karena remasan yang terus-menerus,putingku terasa makin keras dan kaku,vaginaku sudah sangat becek.Aku terus menggoyangkan pinggulku karena aku merasa akan mendapatkannya sebentar lagi,terus kupacu goyanganku,sedangkan bang Edwin makin liar,di mengenyot toketku dengan kasar,bergantian kiri-kanan,setelah puas menyusu dia meremas lagi kedua toketku dengan cepat.

"umh..Umh..Emghhhahhhh..." sebuah leguhan panjang keluar dari mulutku,tubuhku menggelinjang dan lagi-lagi selangkanganku basah terkena cairan orgasmeku,sebelum gelombang orgasme ku reda bang Edwin menyusulku, spermanya muncrat dan memenuhi vaginaku,setelah puas bermain denganku,ia mencabut penisnya dari vaginaku.Belum sempat aku istirahat Enric sudah mendatangiku lagi,kali ini rupanya ia ingin melakukan breast fucking,ia duduk dikursi.

"ayo,mana servicenya?" katanya.

Aku duduk dibawahnya,lalu,kujepitkan penisnya dengan toket montokku,ku gerakan toketku naik turun dengan perlahan,gesekan toket montokku dengan penisnya membuat nya merem melek keenakan."sshh..Ah..Toket montok emang enak,nggak diremes,dikenyot,diapa-apain enak!" ia menggumam.Aku terus melakukan permainanku,sampai akhirnya-setelah 10menit menjepitkan
toketku dengan penisnya,muncratlah spermanya mengenai mulut dan dadaku."ahh..Ternyata lu jago ya..Toket lu itu..Enak banget..Kapan-kapan kita main lagi yah..Nadia yang cantik.." katanya dengan nada penuh kepuasan.
Hari itu,sampai disitulah aku ngesex.Aku benar-benar merasakan kenikmatan yang bertubi-tubi.

6 komentar:

  1. Balasan