Kamis, 25 April 2013

Cinta mereka


Dina dan Kusmiyanto telah menikah selama 7 tahun, dan dikaruiai seorang anak.Menginjak tahu kedelapan dari perkawinan mereka, Kus mengajak istrinya untukmelakukan bulan madu kedua ke Amerika Serikat. Kus adalah seorang wakil areamanager sebuah perusahaan penerbangan nasional, 29 tahun. Sedangkan istrinya,Dina, 31 tahun, bekerja pada sebuah pusat kebugaran.Dalam perjalanan ke Amerika Serikat, pada pesawat Garuda Airways, GIA 212,mereka berkenalann dengan seorang mahasiswa Indonesia yang akan kembali ke AS.Roi,25 th. Ia mengambil program extension di UCLA, yang kebetulan berada di LA,tempat tujuan mereka. Roi dan Kus cepat merasa akrab satu sama lain, bahkan Kusmenerima tawaran Roi untuk membantu menjadi guide apabila diperlukan. Dinasetuju saja atas keputusan suaminya, selain ia tidak merasa terganggu, ia jugamulai menyukai anak tersebut karena kesopaannya. Terlebih lagi Roimengingatkannya akan suaminya semasa SMA.

"Mbak...mbak filmnya baagus ..." Roi menjawil lengan Dina yang 1/2 mengantuk.Dengan mata masih setengah terpekam Dina mencoba melihat film yang baru sajadiputar. Ternyata film itu berjudul Wild Orchid, khusus diputar untuk penumpangklas utama, dengan tv pribadi yg terletak di depan masing2 penumpang. Dinakemudian mencoba membangunkan Kus, tetapi Kus telah terlelap. Tubuh Dina panasdingin menyaksikan adegan demi adegan film tersebut. Matanya sesekali terpejammembayangkan adegan tersebut. Tanpa sadar tangannya menyusup turun dibalikselimutnya, meremas-remas buah dadanya sendiri. "....hhhhhhhhh........." hanyadesisian yg keluar dari mulutnya. Tiba-tiba ia terkejut. Ada tangan lain dariarahkanannya yang bergerak masuk ke selimutnya. Yanpa permisi tangan tersebutmenyusup masuk ke blusnya dan meremas2 payudara kanannya. "...............!!"secara refleks ia menoleh ke kanan, namun Roi memberi isyarat untuk diam.Matanya kembali terpejam, menikmati remasan tangan pemuda di sebelahnya. Tanganpemuda itu menyusup lebih jauh dibalik bra-nya. Menggerayangi payudaranya,meremas2nya dan mempermainnkan putingnya yg mulai mengeras. "....mbak dina..enaknggak.....? kalau tidak mau saya berhenti ya ? "...Roi berbisik. Perasaan syurrtelah mempengaruhi otak Dina, sehingga ia bahkan membimbing tangan Roimenjelajahi bukitya. Maka dibalik selimutnya tersebut sebuah tangan menyelusuridan memberikan kenikmatan pada Dina. Nafas Dina semakin memburu, bahkan ia merasa dinding vaginanya basah. Remasan tangan Roi telah membuatnya terangsang !Suasana kabin yang gelap dan privacy yang tinggi di kelas utama membuat merekabisa agak leluasa bergerak. Tiba-tiba ia merasa ingin kencing, akibat dinginnyaAC pesawat dan kenikmatan yang diberikan Roi. Tangannya kemudian menghentikangerakan tangan Roi, sembari berbisik "....saya ke belakang dulu ya.." Ia jugaberbisik kepada suaminya. Kemudian ia menuju kamar kecil yang berada di belakangkabin.

Setelah selesai buang air kecil, ia menatap dirinya di depan kaca. Dalam hatinyaia berkata masih cantikkah aku ? sehingga pemuda 25 thn itu tertarik ??.Pertanyannya belum terjawab, terdengar ketukan di pintu. Prakiraanya itu adalahsuaminya, yang ingin menyusul. Ketika ointu terbuka, ia justru mendapai Roi ygtersenyum dan menerobos masuk. "Hi.....boleh kita lamjutkan disini ? " TanganRoi langsung dilingkarkan ke pinggang Dina. "Tapi................." Belum sempatDina menjawab, bibirnya mendapat serangan dari pemuda itu. Lidahnya menerobosmasuk mulutnya untuk mempermainkan lidahnya. Secara refleks Dina merangkul LeherRoi, memejamkan matanya menikmati pagutan pemuda yang baru dikenalnya tersebut.Ia kemudian merasakan sesuatu yag semakin membesar di bagian bawahnya. Sesaat iamelepaskan diri dari ciuman pemuda itu dan berbisik .. "....cepat..........."Roi dengan cepat melepaskan celana jeansnya, termasuk celana dalamnya. Penisnyadengan segera menyembul, ereksi. Mata Dina hampir terbelalak melihat penispemuda itu. Tangannya yg sedang memegangi jeansnya sendiri bergetar sehinggacelanannya terjatuh. Roi segera mendudukkan Dina di meja rias kamar mandi,sementara kaki Dina mennjepit pinggangnya. Mulutnya kembali menciumi leherwanita tersebut. Tangan dina berada di bokong pemuda tersebut, berpegangan eratmenantikan saat liang vaginanya diterobos."Ooohhhhhhhhhh.....................hhhhhh" matanya terpejam, sementara ia mendesis, ketika penisnya Roi menerobos liang vaginanya. Lubang vaginanya yangtelah mulai basah diterobos oleh penis Roi yang lebih besar dari milik suaminya.Roi kemudian mempercepat gerakan menusuknya, pinggulnya bergerak sangat cepat."Ooohhhh....yaa.....yaa...enaakkkkkk......MmMp ppph phhhhh...""Din.......mmmmmm....liang kamu masih sempit........" Roi mendorongkan bagianbawahnya dengan keras. Membuat mata dina makin terpejam keenakan. Sementarapemuda itu berkonsentrasi menahan ereksinya."Oooaaahhhhhhhh........Roi...cepat...ceeppaatt .... ......." tangannyamencengkeram pantat pemuda itu. "HHmmmmgghmmmmm..........." peluh Roibercucuran, gerakannya makin cepat, makin keras dan dalam ia menusuk. Tiba-tivaia merasakan kuku wanita itu menusuk keras, otot vaginannya meregaangdan......... "Ahhhhhhhhhhhhhh..........Roiii.....i.....i..i ii.. ." pertahananDina-pun pecah, desakan dan gesekan penis pemuda itu telah membuatnya memcapaititik klimaksnya, Ia pun kemudian membelalakkan matanya ketika merasakan sesuatuyg hangat menyemprot di liang vaginanya. Ia pun mendongakkan kepalanya, mataterpejam merasakan kehangatan cairan mani pemuda itu. Roi setelah meyemprotkansemennya ke dalam Dina tersenyum, mencium bibir wanita itu dan melepaskanpenisnya dari dalam liang vaginanya. Bibir Roi kemudian mengunci mulut Dina,memberikan ciuman hangat di bibir wanita itu. "Mari saya bersihkan........"Dengan cepat ia membersihkan semua cairannnya, dan membantunya merapikan diri.Semau itu terjadi dalam waktu kurang dari 6 menit. Kemudian Dina kembali kesamping suaminya yang masih tertidur lelap. Iapun tertidur karena lelah danpuas. Sementara film tetap diputar.......

Hari Pertama : LA
Setibanya di LA mereka langsung menuju ke Hotel yang telah dipesan Kus, yangterletak di sekitar pusat kota LA. Sementara Roi kembali ke pemondokannya denganmeninggalkan nomor telepon. Setelah semuanya tertata rapi, Dina membersihkandirinya dengan kehangatan air shower di kamar mereka. Saat air shower menyiramtubuhnya, pikirannya kembali melayang ke toilet di pesawat GIA semalam. Matanyaterpejam membayangkan kenikmatan sesaat yang dirasakannya tersebut. Tiba-tiba iameresakan sepasang tangan merangkulnya dari belakang, diiringi cumbuan ringan dilehernya. "..mass…?.." Tangan suaminya kemudian menurun ke areal segitigaistrinya. Jemarinya membuka dengan perlahan bibir vagina istrinya. Dina memdesahringan saat jemari suaminya membuka dan memanipulasi clitorisnya. "aahhhhh…….."Tubuh Dina bergetar saat ia merasakan sesuatu yang sensasional dari bagian bawahtubuhnya itu. Ia merasakan penis Kus telah mengeras diantara pantatnya. Dinakemudian menunggingkan tubuhnya, dengan bertumpu pada dinding kamar mandi."dina…" Kus telah hafal tabiat istrinya. Maka ketika istrinya mengambil posisidemikian ia mengambil posisi di belakang istrinya. Dengan memegang penisnyadengan tangan kiri, benda panjang tersebut perlahan-lahan didorongkan masuk keliang memek istrinya. Sementara tangannya yang lain mempermainkan putting susuistrinya. "Hhhhhhhh..mmmmmm……." mata dina terpejam, saat perlahan-lahan penissuaminya menginvasi daerah intimnya. Ia menikmati benar saat dinding vaginanyatersebut membesar dan bergesekan dengan benda milik suaminya itu.

"Oohhhhh..enakkkk…aaahhhhhhhh…" dina mendesisis keenakan saat suaminya mulaimelakukan gerakan keluar-masuk dengan irama. Tubuhnya kembali bergoyang dengantiap gerakan suaminya menusuk dari belakang. Terakan Dina makin cepat seiringdengan perasaan ekstasi yang ia nikmati. Tiba-tiba ia menghentikan gerakansuaminya. Membalik tubuhnya dan mendorong suaminya hingga rebah di lantai kamarmandi. " sekarang giliran saya……" dengan tersenyum ia mengangkangi penissuaminya dan mendudukinya. Sekali lagi matanya terpejam menikmati perasaan itu."Ahhhhhhhhhhhh.." Kus tidak tinggal diam, begitu istrinya meluncur untuk dudk dipenisnya, ia menyambutnya dengan mendorongkan pinggulnya keatas, menyambutluncuran istrinya. Dina menguasi suaminya dalam posisi ini. Iamenggoyang-goyangkan bagian bawah tubuhnya sementara Kus asyik bermain-maindengan payudaranya, Menjilat.mengulum, dan menggigit putingnya. Peluh telahmembasahi tubuh keduanya, bercampur dengan air hangat kamar mandi. Gerakan Kussemakin cepat, ia megimbangi gerakan istrinya yang semakin cepat pula. Iamelihat wajah istrinya yang mulai menegang, begitu pula tubuhnya.

"Mas…ooohhhhhhhh……hhhhhhh….." disertai erangan lirih istrinya menegang kemudianterkulai di dadanya. Dinding vagina istrinya serasa memijat-mijat penisnya saatia mencapai puncaknya. Kus kemudian membaringkan istrinnya di sebelahnya,bernafas keras. Susu istrinya yang indah turun naik seiring dengan desahanafasnya. Karena melihat suaminya belum apa-apa, Dina kemudian jongkok diantarapaha suaminya. Memegangi penis Kus, kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya.Kus merasakan eanak yang luar biasa, saat lidah istrinya mempermainkan ujungpenisnya, menghisap-hisapnya, bahkan menggigiti ringan. "Oohh..dinaenak..terus..sayannnggg.." giliran mata Kus yg terpejam keenakan."teruss….oohhhh..terusssssss…." Hari Kedua - RoiKus mengundang Roi untuk makan malam di hotel mereka. Dina yang mengusulkan halini kepada Kus , yang tentu saja dengan sedikit curiga menuruti kemauanistrinya.

Roi membawa 3 teman kosnya 2 teman kosnya malam itu, Bram dan Tri. Tri terlibatpembicaraan yang serius dengan Kus menyangkut peralatan fotografi, yang rupanyajuga merupakan hobinya. Akhirnya Kus setuju diajak Kus malam itu ke toko yangterdekat dan cukup lengkap seusai makan malam, sementara Roi dan Tri akanpulang. Dina memilih untuk tidur saja malam itu, ia sudah cukup lelah berjalanpada pagi harinya keliling kota. Meski sudah amt berkurang dengan kehadiran Roi.Setelah ia mengatarkan suaminya ke depan hotel, ia bermaksud naik ke kamarnya.Tiba-tiba Roi dan temannya menghampirinya dan menawarkan untuk menemaninya naik.Ia pun mengangguk. 
Situasi lift malam itu penuh, kapasitas 12 orang terisi 10 orang, sehinggasesak. Di saat keramaian itu Dina merasakan sesuatu yang besar menenekanpantatnya. Ia tahu bahwa Roi dan Tri berada di belakangnya. Karena Dina terdesakdari depan ia terpaksa harus lebih mundur, semakin ia menekan 'benda' yangberada di pantatnya. "siapa dia..? kok rasanya tidak pakai celana dalam..? "gumannya dalam hati. Belum sempat ia berpikir lebih lanjut sepasang tanganmenyelinap ke dalam kaosnya dan menuju bagian depan. Tangan itu kemudianmeremas-remas kedua "bukit" nya. Putingnya segera mengeras menerima remasan daritangan misterius itu. Perjalanan menuju lantai 15 terasa lama. Hingga akhirnyapintu lift itu membuka. "Sudah ya dik..saya capek. Terima kasih telah diantar "ujar Dina ketika hendak masuk ke kamarnya. Kedua pemuda itu saling memandang dan….. tiba-tiba.. "mmmmmmmmmmmmphhhh.." Dina tidak bisa berkata apa-apa karena Roitiba-tiba mengunci bibirnya dan mendorongnya masuk ke kamar. Sementara Trimengunci pintu kamar. "Hei..hei..apa-apaan ini.." dina mencoba marah."Sudahlah..mbak juga ingin bukan..? " kata Roi sambil tertawa dan melepaskankancing celananya. Dina terduduk di tempat tidur, menatap kedua pemuda itu. Roipaling cepat selesai melepaskan pakaian. Dina yang sedang duduk ituditanggalkannya bajunya, tanpa perlawanan. Kemudian ia membuka paha wanita itulebar-lebar, shingga duduk mengangkang di tempat tidur. Celana dalam merahnyajelas terlihat dalam posisi ini. Tanpa banyak bicara Roi jongkok di antara keduapaha Dina, dan membenamkan wajahnya ke celana dalamnya. Lidah Roi menjilati areabibir vagina dina. "Uuuufffff.." Dina kontan mendongakkan kepalanya ke belakang.Tanpa ia sadari Tri telah berada di belakangnya. Kepala Dina jatuh di dadapemuda itu. Disambut dengan ciuman hangat di bibir Dina. "Gila…2 orang !!"pikirnya dalam hati. Tangan Tri melepaskan kaitan di BH Dina. BH warna merahitupun jatuh ke seprei putih tempat tidur. Payudara dengan ukuran 36A itupunmenyembul. Tanpaa ampun tangan Tri-pun meremas-remasnya. Dian merasakankenikmatan ganda, vaginanya dijilati oleh Roi sementara payudaranya diremas-remas oleh Tri. Ia hanya bisa merintih-rintih merasakan kenikmatan tersebut. Taklama kemudian ketiga insan tersebut telah menanggalkan semua benang yang melekatdi tubuhnya. Dina kini tergolek di tempat tidur dengan kaki berada di pundakRoi. Roi telah memasukkan penisnya ke vagina Dina dan menusuk-nusukkannya dengancepat, sambil sesekali tangannya mempermainkan clitorisnya. Sementara Trimengangkangi kepala Dina, membiarkan penisnya dikulum dan dihisap-hisap olehDina. "Ooohhhh…hisap terus mbak..enakkk…ahhhh.." Tri mengerang sambil tangannyamempermainkan putting susu Dina. Sesekali dicubitnya kedua putting yang telahmengeras itu, sehingga membuat Dina mengigit ujung penis Tri yang sensitif. Dinatidak bisa berteriak ataupun mengerang keenakan akibat terobosan penis Roi yangberulang-ulang di lubang vaginanya. Mulutnya sibuk dengan penis besar dan tebalitu. Ia hanya bisa memandang ataupun memejamkan mata. Beberapa kali badannyabergetar ketika Roi menyentuh clitorisnya, kenikmatan yang luar biasa menjalarketika roi melakukan hal itu. "Mbak…mbakkkk..oohhhhhhhhhh….." dengan sodokanfinal Roi membenamkan penisnya keseluruhan kedalam liang vagina Dina, danmenyemprotkan cairan hangat dan kental di dalamnya. Dina hanya bisa memjamkanmata, merasakan cairan hangat itu memenuhi liang kewanitaannya. Setelah selesaiRoi memuncratkan sisnya di sekitar payudara dina. Cairan kopi susu itu punmembuat dada dina berlepotan. Sementara hisapan Dina makin keras, ia merasakanada sesuatu yang keluar dari penis Tri yang sudah bermandikan keringat. Sesuatuyang manis dan hangat. Dina makin bersemangat, disedotnya terus penis pemuda ituhingga semua muatannya keluar. Cairan sperma Tri menerobos keluar. Meskipun Dinamencoba menelan semuanya, ada saja yang keluar dari mulut mungilnya. Trikemudian merebahkan dirinya disampin Dina. Ketiga insan itu kelelahan ataspermainan asmara yang baru saja mereka lakukan.

Hari ketiga : suamiku……

" Mas Kus….. kalo tau mbak Rina main sama org lain gimana..?" Bagai disambargledek Kus kaget .." Apa !…" Mukanya mendadak tegang. Situasi di lift yg tadiceria mendadak berubah. Ia kemudian mencengkeram krah leher Roi yg bersamanya. "Hei..calm down. Itu fakta. Mbak Rina sudah main dgn saya dan teman saya Tri, dandia menikmatinya. Bahkan sekarang dia lagi main dengan Bram. " Roi dengan entengmenjawab pertanyaan Kus. " Tenang..tenang.. Kita liat aja nanti.." Walau Kusbagai terbakar oleh amarah, namun ia tidak bisa menyembunyikan kegairahannya. "Tuh..kontol kamu keras..berarti…" ujat Roi sambil tersenyum. Ketika pintu liftterbuka mereka berdua segera keluar dan berlari menuju kamar Kus. Ketika iahendak membuka pintu, Roi nebgisyaratkan agar ointu jangan dibuka. "mari..masukkamar sebelah, ada connecting doornya, aku sewa khusus hari ini.." Tanpa banyakbicara ia langsung masuk dan……. Ketika pintu koneksi dibuka tampaklah Rinasedang dipangku oleh Bram, kakinya mengangkang dan menduduki penisnya. Mataistrinya terpejam dan merintih-rintih. Ia menggoyangkan bagian bawah tubuhnya,sementara tangan bram mempermainkan payudaranya. Kus tidak bisa berkataapa-apa.. hanya kemaluannya yg memberi reaksi pada situasi itu. Erangan istrinyaberubah menjadi teriakan saat Bram menghentakkan pinggulnya dengan keras.., saatitulah mata Rina terbuka melihat suaminya berdiri di pintu ruangan sebelahbersama Rio. "Oohhh…….tidaakk!! " Ia hendak berdiri tetapi tangannya dipengagioleh Bram. 'Ohh..lepass….lepppass…….sssss" Bram dengan semangat menghentakkanuntuk terakhir kalinya pinggulya ke atas, menyodokkan penisnya untuk terakhirkalinya ke dalam lubang kewanitaan Rina. "MmMmmmmmmmm……" Denga merurai air matakarena malu da nikmat Rina memejamkan matanya. "Rinaa…….." "Kus, sudahlah..ikuti saja lagian dia senang kan ?.." "Ayo Kus..nikmati tubuh istrimu ini. Kamuberuntung punya istri yg memeknya liat dan sesak .." seru Bram. "Maaf mas…."Hanya itu yg bisa dikatakan Rina. Setelah Bram melepaskannya ia terduduk didepan suaminya. "Maaf…..aku rela kamu ceraikan…." Kus tidak sampai hati memarahiistrinya. Dipandangiya tubuh polos istrinya..dan.. "Tidak..tidak..aku menikmatiapa yg aku lihat. Karena sudah kepalang tanggung..kamu mau melayani kamibertiga..?"

sumber : www.meremmelek.net

4 komentar: