Jumat, 24 Mei 2013

Pekosaan : Kunikmati perkosaan itu



O ya..namaku Dita, kini usiaku menjelang 24 tahun Selama ini
saya dan Mang Sardi sudah lama tidak melakukan belaian seperti
dulu, mungkin 10 bulan lamanya sejak Dedi kemenakan mang
Sardi merengut kegadisanku…dan tanpa saya sadari ternyata
setelah kepulangan Dedi ke kampungnya Subang, dia(Dedi)telah
menceritakan kisahnya sama mang Sardi pamannya itu yang
sampe saat ini kembali kerja sebagai sopir keluarga Kami.
Hingga suatu saat Mang Sardi bertanya seperti ini kepadaku
“Neng Dita kenapa melakukannya sama keponakan mamang??”
Kontan saja saat mang Sardi Tanya itu saya kaget sekali, saya
pikir Dedi akan diam seribu bahasa, tapi kenyataannya Dedi malah
cerita ke pamannya itu, dan saya malu sekali mendengarnya
langsung dari pertanyaan Mang Sardi, padahal beberapa bulan
lalu atau mungkin satu tahun lalu Mang Sardi hanya membelai-
belai daerah sensitifku dan tidak berani untuk membobol
keperawananku yang ternyata keperawananku hancur oleh
keponakannya sendiri . saat itu saya hanya tertunduk malu ketika
Mang Sardi Tanya masalah itu ke saya yang kira-kira pada awal
bulan November 2003 menjelang puasa , yang sudah hampir 10
bulan sejak Dedi membobol keperawananku saya tidak pernah
bermain belaian seks sama siapapun termasuk Mang Sardi,
karena sejak saya berhubungan badan untuk pertama kalinya itu
saya anggap itu yang terakhir kali melakukannya (malah saya
sempat bersumpah untuk tidak melakukan kegiatan seks sekecil
apapun), tapi terus terang saja kalo saya betul-betul tersiksa
dengan gejolak seks yang sudah saya tahan sejak 10 bulan lalu.
Dan ternyata Mang Sardi mengungkit lagi masalah itu sehingga
terlintas lagi bayangan seks di pikiranku ketika mang sardi
bertanya tentang hubungan seks ku dengan keponakannya. Saat
mang Sardi Tanya itu saya lagi nonton tivi di ruangan bawah pagi
jam 10 dan seperti biasa di rumah sepi karena ortu pada kerja
dan adikku sekolah.
Saya masih ingat betul saat itu tanggal 4 November 2003 atau 2
hari menjelang puasa. Saya jawab saat itu begini “ah Mang Sardi
….udah ah jangan Tanya masalah itu lagi, dita jadi malu
dengernya…” begitu kira-kira jawabku saat itu…lalu mang Sardi
tersenyum sambil agak mendekatkan wajahnya ke arahku yang
saat itu sedang tiduran di sofa depan tivi dan ngomong seperti ini
“dulu neng Dita suka diusap sama mamang….kalo mamang
ngajak Neng Dita lagi usap-usapan lagi kira-kira neng Dita mau
ga??” Saya tentu saja menggeleng sambil menyuruh mang Sardi
meninggalkan ruangan keluarga “udah mang jangan ganggu Dita
deh…mending Mamang ke dapur aja gih!!!” kataku setengah
menghardik saat itu. karena jenuh nonton tivi saya kepengen
mandi pagi saat itu yang kebetulan ada kuliah jam 12 dan
langsung menuju kamar mandi dan setelah selesai keramas saya
langsung menuju ke atas kamarku sambil pake daster dan di
kamar saya langsung pasang hair dryer untuk keringin rambut
sambil terlihat pintu kamarku setengah terbuka karena aku
anggap ga ada siapa-siapa diatas aku membuka daster yang
kebetulan tidak memakai cd dan bh jadi langsung aku buka saat
itu dan ternyata mang Sardi mengintip kegiatanku membuka
daster yang sudah pasti saat itu saya telanjang bulat. Saya lihat
dari cermin kamar bayangan Mang Sardi sedang menyapu tapi
tatapannya ke arah tubuhku saya memekik kaget dan menutup
kamar dan ternyata Mang Sardi malah lebih nekat memasuki
kamarku yang kebetulan ga ada kuncinya itu saya menutup
dadaku dengan tanganku saat itu dan memohon ke mang Sardi
untuk meninggalkan kamarku saat itu eh dia malah tersenyum
sambil bilang gini “neng Dita kenapa jadi penakut begitu padahal
beberapa waktu lalu Neng Dita meminta mamang untuk
mengusap-ngusap neng Dita, mamang kepengen merasakan
seperti yang Dedi rasakan waktu itu boleh kan, dijamin mamang
ga akan melakukannya dengan kasar kok ”begitulah katanya
dengan tetap melihat bagian tubuhku yang vital, saat itu saya
hanya menutup pake tangan kemaluanku dan dadaku dan tentu
saja bagian-bagian tubuhku yang lain terlihat jelas putih dan
mulus.
Saat itu Mang Sardi makin berani mendekatiku sambil
mendesakku ke arah dinding kamarku yang membuat saya
semakin ketakutan karena saat itu saya berjanji ga akan
melanggar sumpahku untuk tidak melakukan kegiatan seks
dengan siapapun walau beberapa bulan lalu saya sempet minta di
usap-usap sama mang Sardi.
O ya saat itu saya masih tetep single ga punya pacar karena takut
sama mama kalo punya pacar, dan setelah mang Sardi semakin
mendesak ke arah dinding semakin dekat pula hembusan
nafasnya di wajahku dan dia mulai membelai rambutku sambil
saya memohon ke dia untuk tidak meneruskan aksinya sampai
saya bilang begini” mamang jangan teruskan, dita udah janji ga
akan lagi seperti dulu-dulu saat sama mamang karena dita takut
ketagihan mang, tolong mang hentikan…” sambil sedikit demi
sedikit berjongkok sambil tetap tanganku menutup aurat yaitu
dada dan kemaluanku dengan keadaan telanjang saat itu , eh
mang Sardi malah bilang gini”tenang neng Dita mamang pasti
akan lembut melakukannya Neng….soalnya mamang lihat akhir-
akhir ini neng Dita sering melamun dan semakin hari neng Dita
semakin membuat mamang jatuh cinta dengan kemulusan dan
kecantikan neng Dita, apalagi disaat neng Dita dibalut handuk ,
aduh mamang mah ga kuat melihatnya juga neng…beda sekali
dengan beberapa bulan lalu neng….saat ini neng Dita semakin
kelihatan cantiknya”katanya dengan logat sunda merayu dan saat
saya berjongkok begitu saya memejamkan mata saat dia mulai
elus-elus rambut,pipi dan kelopak mata saya yang saat itu agak
sedikit air mata,dan tangannya terhenti di telinga dan usap-usap
di telinga sambil sesekali melebar usapannya ke leher yang
lambat laun merangsang gairah seksku yang saat itu sudah tidak
mens lagi sejak 3 hari.
Saya pun terdiam disaat mamang ikut jongkok dan membelai
tangan yang menutup bagian dada, sambil tetep memejamkan
mata ini, dan mamang membukakan tangan ini dari dada dan
anehnya saya pun menurut saat itu ketika dadaku mulai terbuka
karena mamang menyibakkan tangan yang menghalangi dada
ini. Lalu dia menaruh tangan kiri saya ke bawah sehingga di posisi
jongkok itu dia bisa secara jelas melihat dadaku kiri dan kanan
yang mancung, dan mamang pun mulai membelai dada ini saat
itu sambil tetep kami berjongkok berdua dan sesekali dia melihat
ke arah kemaluanku yang masih ku tutup dengan tangan
kananku dan tangannya menyibakan tangan kanan ku yang saat
itu menghalangi kemaluanku dan sayapun seperti dihipnotis
menurut dengan lemah saya turunkan tangan kananku saat itu
sehingga posisiku waktu itu berjongkok bersandar ke dinding
kamar dan tanganku dua-duanya saya turunkan ke bawah yang
tentu saja dengan leluasa Mang Sardi melihat pemandangan
indah yang akhir-akhir ini ngga pernah lagi dinikmatinya seperti
dulu.
Dan setelah mang sardi mulai menyentuh kemaluanku dengan
posisi berjongkok itu sayapun ikut hanyut menikmatinya karena
sudah lama sekali saya tidak melakukannya sejak 10 bulan lalu
berhubungan badan pertama kali dengan keponakannya Dedi.
Saya memejamkan mata dan mencoba menikmati suasana itu
sambil sesekali tak sadar mengeluarkan suara desahan yang
mungkin membuat mang Sardi tambah bernafsu saja saat itu.
Lalu dia mencoba memangku tubuhku saat itu ke atas ranjangku
dan anehnya saya mengulurkan tangan saat itu seperti memberi
akses kepadanya untuk lebih jauh lagi melakukan kenikmatan.
Saat itu saya betul-betul hanyut dengan sentuhannya dan melihat
jam di dinding kamarku sudah jam 12 siang,artinya saya harus
kuliah tapi ga kepikir untuk bersiap-siap kuliah hanya perasaan
nikmat yang ada dipikiranku saat mang sardi mengangkat
tubuhku ke atas kasur…dan adegan berikutnya mang Sardi
membuka ghespernya yang usang itu lalu pelan-pelan sekali
membuka celananya sendiri yang ternyata dia ga pake celana
kolor lagi saat itu dan terlihatlah kemaluannya yang menegang
kalo dibandingkan dengan burung keponakan nya lebih kecil
diameternya tapi lebih putih warnanya…sambil membuka
celananya itu dia masih tetap memakai kemeja lusuhnya dan
meminta saya untuk mengusap kemaluan yang tegang itu. Saya
pun dengan pelan-pelan meraih kemaluan mang Sardi yang
hangat dan berdenyut lalu perlahan mengocoknya seperti yang
pernah saya lakukan setahun lalu di mobilku bersamanya.
Dia dengan posisi berlutut merem melek ketika saya
mengocoknya perlahan sementara saya hanya berbaring saja di
kasur dengan posisi tidur terlentang dan sesekali dia melihat ke
arahku dan tak lama dia meraih buah dadaku yang putih mulus,
memang dadaku ini sedang untuk ukuran cewe hanya 34b
nomor bh ku tapi mancung, putih dan mulus tanpa cacat,
mungkin itu yang membuat mang Sardi tergila-gila. Lalu
kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan berusaha
mencium bibirku tapi aku menolaknya dengan menggelengkan
kepala di bantal saat itu dan dia hanya menciumi kening leher dan
dadaku lalu ciumannya ke perut dan berakhir di kemaluanku yang
sudah basah sekali …ah nikmat sekali rasanya…saya menolak
diciumnya karena mang Sardi perokok jadi bau sekali nafasnya
dengan bau rokok cerutu kebiasaannya. Tapi saat dia berlama-
lama cium daerah kemaluanku saya betul-betul di awang-awang
dan mengejang seperti ingin pipis tapi nikmat sekali.
Setelah saya orgasme dan tubuhku bersimbah keringat dia
menghentikan kegiatannya, lalu Tanya gini ke saya”neng
Dita….kalau burungnya mamang dimasukin ke itu nya neng
Dita…boleh ga??”katanya lembut Saya hanya menganguk saat itu
lalu dia bilang lagi”tapi neng Dita istirahat saja dulu…mamang liat
neng Dita kepanasan” Saya menganguk saat itu, memang cuaca
di atas sini panas sekali kalo siang-siang apalagi jam 12-an. Tak
lama 15 menit kemudian mang Sardi membawakan air putih
dingin dari bawah dengan hanya pake baju kemeja lusuhnya saja
dan terlihat burungnya mengecil Lalu setelah saya meminumnya
dia Tanya begini”neng Dita saat itu pernah mengulum burung
nya Dedi ngga?”tanyanya polos,aku pikir saat itu “dasar dari
kampung,polos banget pertanyaannya” lalu menggeleng jujur…
dan dia tersenyum seakan dia ingin dikulum burungnya.
Dan setelah saya menaruh gelas di meja dia naik lagi ke kasur
kamarku dan mulai membelai dadaku lagi….saya kemudian
berbaring lagi memejamkan mata dan mulai menikmati
sentuhannya lagi sambil agak mengangkat kaki kiriku saat itu saya
mengerang dan mendesah saking nikmatnya dan burung mang
Sardi terlihat berdiri lagi dan mendekatkannya ke arah mulutku
saya sempet menggeleng tapi dia setengah memaksa
mendekatkan kemaluannya ke arah bibirku sekilas tercium bau
keringat di sekitar kemaluannya dan saya berusaha untuk tidak
menghirupnya dan mencoba membuka mulut ini saat mamang
menyodorkan kemaluan yang diameternya lebar itu dan saat
saya mulai menyentuhkan lidah ke liang penisnya terasa asin dan
aneh lalu lambat laun saya memasukan agak lebih dalam ke
mulutku…dan itu adalah kemaluan laki-laki ke dua yang aku
kulum setelah kemaluan Dedi keponakannya beberapa waktu lalu.
Agak lama saya memaju mundurkan kepalaku saat mengulum
kemaluan mang sardi di mulutku saat itu dan terasa pegal
mulutku saat itu dan akhirnya sekitar 15 menit kemudian keluarlah
air kental berasa aneh dari kemaluannya yaitu sperma mang
Sardi muncrat tepat di mulutku yang mungkin setengahnya
termakan olehku saat itu , saya sempat tersedak dan mau
muntah tapi ditutupkan mulutku ini sama mang sardi waktu itu,
sehingga termakan hampir seluruhnya sperma nya itu. Setelah
itu dia mencoba menjilati kemaluanku yang basah sambil sesekali
tangannya aktif membelai dadaku dua-duanya lama sekali
sehingga saya merasakan orgasme ke 2.
Setelah kami istirahat ½ jam sambil sesekali bercerita dengannya,
kami mulai melakukan kegiatan lagi yang ketiga kalinya saya liat
jam 2 siang artinya saya ga kuliah hari itu, sementara ortuku
sama ade ku ada di rumah tepat jam 6 sore.
Saat itu sempet terpikir olehku kalo mang Sardi ini ingin mencicipi
tubuhku seperti keponakannya membobol keperawananku. Tapi
saya ga peduli saat itu yang ada hanyalah kenikmatan demi
kenikamatn saat itu yang kami lakukan berdua, betul-betul hari
yang melelahkan sekaligus mengasikan.
Saat kegiatan yang ke 3 ini kami mulai belai satu sama lain dia
belai dada kemaluan paha dan punggung,sementara saya belai
penis dada dan sesekali wajahnya dan saat itu kami sempet
berciuman bibir rasanya aneh sekali, mang sardi yang usianya 50
tahunan menciumi bibir mungilku yang merah ini tapi saat
bermain lidah itu enak rasanya dan saat itulah mang Sardi
mengarahkan penisnya ke kemaluanku. mamang terlihat hati-hati
dan pelan-pelan memasukannya karena masih sempit dan terasa
perih beberapa kali ga berhasil masuk tapi setelah dengan sabar
dia mangarahkannya dan saya Bantu dengan mengarahkan
penisnya ke kemaluanku akhirnya masuk juga walau agak sedikit
nyeri(maklum saya hanya dua kali melakukannya lagi pula
rentang waktu 10 bulan cukup lama) yang pada akhirnya saya
merasakan nikmat tiada tara yang lebih nikmat melakukannya
dibanding dengan keponakannya itu.
Setelah sekian lama kami bersenggama akhirnya saya
berteriak”ahhhhhhh……mmmmaaammaaaang Ddittttaaaa
kellluaaarrrrr”maka saya pun orgasme untuk ke 3 kalinya
sementara mang sardi terl;ihat blum keluar dan dia mencabut
kemaluannya dan menyuruh saya mengulumnya kali itu agak
lama saya mengulumnya dan terasa pegal mulut ini hampir ½
jam akhirnya keluar juga spermanya….dan kami masing-masing
berpakaian setelah terlihat jam dinding sudah jam 4 sore……
Sejak saat itu sampe sekarang kami sering melakukan hubungan
badan ini yaitu dengan mencuri-curi kesempatan di saat rumah
sepi.
E N D

6 komentar:

  1. Balasan