Jumat, 24 Mei 2013

Budak Nafsu


seorang gadis Nama lengkapnya adalah VitaAnggraeni. Umurnya 24 tahun, dan
sebagian besar mahasiswa mengatakan Vita adalah gadis yang
cantik, pintar sekaligus berani. Rambutnya hitam legam terurai
hingga bahu. Buah dadanya berukuran sedang dan kenyal hingga
mampu mengacung tegak walaupun ia tidak mengenakan BH.
Perut Vita rata, pinggulnya bulat, pinggangnya ramping. Dan
sepasang kaki yang ramping hasil fitness dan olah raga tampak
mempercantik tubuhnya. Selama perjalanan dari kantor polisi di
kotanya hingga penjara ini Vita masihdapat melihat jalan-jalan
yang dilaluinya. Penjara ini benar-benar terpencil, ia sendiri tidak
mengetahui ada penjara di tempat seperti ini. Dan ketika ia melihat
jarak yang ditempuh ternyata jarak penjara itu dengan batas
kotanya saja sudah lima puluh kilometer lebih danpenjara itu
terletak di tengahhutan.
Lamunan Vita terputus ketikasebuah piring seng berisi makanan
didorong masuk ke dalam selnya lewat jeruji. Ia tiba-tiba tersadar
bahwa dirinya belum makan dalam waktu 24 jam ini, sejak ia
dipindahkan dari kantor polisi ke penjara ini. Ketika mengambil
piring itu, Vita melihat makanannya hanya nasi kering dan sebuah
tempe goreng. Tapi karena perutnya yang tiba-tiba terasa begitu
lapar, Vita langsung menghabiskan makanan itu dan kemudian ia
dengan terpaksa meminum air di ember tadi untuk
menghilangkan rasa hausnya.
Tengah malam ketika Vita tertidur ditutupi oleh selembar selimut,
seorang penjaga masuk ke dalam selnya. Sambil menarik selimut
yang menutupi tubuh Vita, penjaga itu lalu menarikdan menyeret
Vita keluar dari selnya. Vita berjalan sambil sesekali didorong-
dorong oleh penjaga itu menyusuri gang demi gang sampai
akhirnya ia sampai di sebuah tanah lapang yang dikelilingi tembok
tinggi.
Di tengah lapangan itu sudahberdiri lima orang pejaga laindan
seorang tahanan wanita.Gadis itu tampak cantik sekaliwalaupun di
sekelilingnya nyaris gelap, hanya ada beberapa api unggun yang
menerangi tempat itu. Vita dengan tangan dilipat ke
belakang oleh penjaga yang pertama tadi didorong terus hingga ia
berdiri dengan jarak hanya beberapa meter dari gadis tadi.
"Buka baju!" Perintah itu bagaikan tamparan keras di wajah Vita.
Vita ragu-ragu dan kaget setengah mati mendengar perintah tadi.
Vitamelihat gadis di depannya sudah membuka kancing bajunya.
Sebuah pukulan mendarat di pundak Vita membuatnya terdorong
maju.
"Gue bilang buka baju!" Masih termangu tak percaya Vita
melepaskan satu-satunya kancing yang ada di bajunya dan
melepaskan baju itu hingga dengan sendirinya terjatuh di kedua
kaki Vita. Vita sudah menyadari apa yang akan terjadi pada
dirinya. Ia akan diperkosa oleh keenam penjaga itu. Ia pernah
membaca berita tentang tindakan aparat keamanan yang tidak
senonoh kepada tahanan wanita, tapi waktu itu ia tidak percaya.
Tapi sekarang Vita sudah berdiri telanjang ditatap dengan penuh
nafsu oleh para penjaga itu. Vita sendirimasih perawan, ia dan
pacarnya belum pernah berhubungan lebih jauh dari sekedar
petting, dan sekarang Vita berdiri gemetar berusaha menutupi
tubuhnya yang telanjang bulat dengan tangannya. Gadis di depan
Vita juga sudah telanjang bulat, dan Vita melihat tubuhnya yang
sempurna, jauh lebih terawatdari pada dirinya. Gadis itu terlihat
lebih tegar dan kuat daripada Vita, ia berdiri tak bergerak di tengah
para penjaga dan matanya tidak menyiratkan rasa takut.
Penjaga yang membawa Vita berdiri di tengah mereka.
"Malam ini kita punya program latihan buat kamu semua. Kamu
berdua harus melawan satu sama lain sampai salah satu dari
kaliantidak bisa bangun lagi. Yang menang boleh balik ke selnya.
Yang kalah musti menghibur kita di sini. Kalau kalian tidak serius,
kalian berdua akan kena hukuman masing-masing tiga puluh
kalipecutan. Jelas!"
Vita shock sekali mendengar perkataan itu sambil melihat gadis di
depannya menganggukkan kepala. Sementara Vita masih berdiri
karena terkejut, gadis di depannya sudah mendekat dan
melayangkan pukulan keperut Vita sekuat tenaga. Nafas Vita
terhentak keluar
ketika ia tersungkur jatuh berlutut sambil memegangi perutnya.
Kemudian Vita melihat kaki gadis itu terangkat dan mengayun
kemudian menghantam dagunya, membuat kepala Vita tersentak
ke belakang dan tubuh Vita terjengkang ke belakang, tergeletak di
atas tanah setengah sadar. Vita mendengar para penjaga
bersorak-sorak ketika ia berguling ke atas perutnya dan berusaha
bangun dengan susah payah.Vita kemudian merasakan tubuh
gadis itu menyergapnya dari belakangdan melingkarkan
tangannya ke leher Vita membuatnya susah bernafas. Dengan
satuusahanya yang terakhir Vita mendorong tubuh gadis itu agar
ia lepas dari tubuhnya.
Sekarang mereka berdua berdiri berhadapan satu sama lain. Gadis
itu lalu langsung mendekat lagi sambil mengayunkan tinjunya,
dan kembali menghajar Vita tepat di dagunya. Pandangan Vita
berkunang-kunang berusahakeras menjaga keseimbangannya.
Sebuah pukulan kembali mendarat di perut Vita membuat ia jatuh
terjengkang lagi. Gadis itu langsung menindihnya dan terus
mengayunkan pukulan ke wajah Vita sampai Vita hampir tak
sadarkan diri. Vita masih bisa merasakan penjaga menarik gadis
itu dari atas tubuhnya sementara ia sendiri terbaring tak berdaya.
Setelah itu gelap.
Vita tidak mengetahui berapalama ia tak sadarkan diri. Ia tersadar
lagi setelah penjaga menyiramkan seember air ke wajahnya
membuat Vita bangun terduduk dan tersedak. Keenam penjaga itu
berdiri mengelilingi Vita. Gadis tadi sudah tidak kelihatan. Ketika
Vita melihat wajah penjaga-penjaga itu, ia melihat wajah yang
penuh nafsu dengan lidah yang menjilati bibir mereka. Vita
tersadar bahwakekalahannya tadi hanya merupakan awal dari
mimpi buruknya malam ini.
Dua orang penjaga memegangi tangan Vita dan menyeretnya
kembali ke bangunan utama. Setengah dipapah setengah diseret,
Vita dibawa masuk ke kamar mandi pria. Dengan tubuh penuh
keringat dan lumpur Vita didorong di bawah shower dan air
sedingin es langsung menyembur membuat Vita berjongkok
sambil menggigil di depan penjaga tadi. Seorang
penjaga memasang sebuah borgol di tangan Vita dan
mengaitkannya ke sebuah pipa di tembok. Vita menatap dengan
panik ketika keenam laki-laki itu mulai melepaskanpakaian mereka.
Ketika mereka telah telanjang bulat,dua orang penjaga memegangi
kaki Vita dan membuka lebar-lebar. Vita meronta-ronta tapi tak
berdaya. Penjaga yang lain mulai meremas dan menarik buah
dada Vita sementara yang satu lagi meraba paha Vita setelah itu
memasukkan jarinya ke lubang kemaluan Vita. Vita mengerang
dan menangis ketika tangan-tangan mereka terus
merabatubuhnya tanpa henti.
Kemudian seorang penjaga berdiri di hadapan Vita, batang
kemaluannya sudah tegang dan keras ketika ia tersenyum
menyeringai pada Vita. Sambil meraih pinggul Vita dengan kedua
tangannya, ia mengangkat tubuh Vita sedikit dari atas lantai
sementara ia sendiri menekuk kakinya mengarahkan batang
kemaluannya ke belahan kemaluan Vita. Dengan satu dorongan
keras batang kemaluan itu merobek masuk ke lubang kemaluan
Vita. Tubuh Vita terasa tersobek-sobek terutama lubang
kemaluannya ketika batang kejantanan itu masuk ke dalam lubang
senggamanya yang kering dan sempit. Vita menjerit-jerit keras
hanya untuk menerima satu tamparan di wajahnya yang
membuat Vita hampir tak sadarkan diri. Batang kemaluan yang
bergerak keluar masuk liang senggamaVita, terasa seperti besi
panas yang membuat nafas Vita terputus-putus.
Untuk meredam teriakan Vita seorang penjaga memasukkan
segumpal kain ke dalam mulut Vita. Sekarang yang keluar dari
mulut Vita hanya erangan takjelas setiap kali penjaga yang sedang
memperkosanya bergerak masuk. Setelah beberapa lama, Vita
merasakan tubuh penjaga itu mengejang dan erangan nikmat
keluar dari mulutnya. Sperma laki-laki itumenyembur masuk
sebanyak-banyaknya ke dalam lubang kemaluan Vita. Sambil
terengah-engah ia menarik batang kemaluannyayang berlumur
sperma dan darah perawan Vita keluar dari tubuh Vita.
Sebelum sempat menarik nafas lagi, penjaga yang lainyang
mengambil giliran selanjutnya dan dengan
kasar ia juga mendorong batang kemaluannya masuk ke liang
sorga Vita yang meneteskan darah bercampur sperma. Rasa sakit
itu sekarang sudah berkurang tapi tetap menyakitkan sementara
penjaga tadi tanpa peduli terus mendorong dan menarik batang
kemaluannya.Vita memejamkan matanya berharap ia dapat
mengurangi rasa sakit dan ngilu yang menyerang seluruh
tubuhnya. Penjaga yang lain mendekat dan kembali meremas dan
menarik buah dada serta puting susu Vita hingga nyeri. Suara
yang dapat didengar Vita selain erangannya sendiri hanya suara
pinggul penjaga itu yang menumbuk pantatnya ketika ia
mendorong batang kemaluannya keluar masuk kemaluan Vita.
Ketika penjaga kedua selesai, Vita sudah bersiap untuk penjaga
yang ketiga. Tapi dengan mata terbelalak kaget dan ngeri, Vita
merasakan sepasang tanganmembalikkan tubuhnya kemudian
membuka belahan lubang kemaluannya. Vita menjerit tapi tak ada
suara yang keluar selain erangan. Vita sempat merasakan kepala
batang kemaluan penjaga itu menempel di lianganusnya sebelum
seluruh rasa sakit kembali menyerang sekujur tubuh Vita. Vita
tidak pernah merasakan rasa nyeri yang tak tertahankan seperti ini
sebelumnya. Penjaga itu bergerak dengan brutal merobek-robek
liang anus Vita, hingga ia pingsan kesakitan.
Sesaat kemudian Vita kembalitersadar dan ia merasa gumpalan
kain yang ada di mulutnya ditarik keluar. Tetapi setelah itu seorang
penjaga langsung memasukkan batang kemaluannya ke dalam
mulut Vita sambil menarik kepala Vita kebelakang. Vita tersedak
dan terbatuk ketikabatang kemaluan yang kerasitu memotong
aliran udaranyamembuat ia tidak bisa bernafas. Batang kemaluan
dianus Vita masih terus bergerak keluar masuk dengan keras
sementara mulut Vita juga dimasukan oleh batang kemaluan yang
lain. Buah dada Vita terus disakiti oleh tangan keempat penjaga
yang lain. Tubuh Vita bergerak maju mundur seirama dengan
gerakan batang kemaluan yang keluarmasuk di anus dan
mulutnya.
Perkosaan itu berlanjut terus, hingga keenam
penjaga itu mendapat giliran sedikitnya dua kali memperkosa Vita.
Vita sekarang tergeletak tak bergerak di lantai kamar mandi,
dengan sperma mengalir keluar dari lubang kemaluan dan
mulutnya. Tubuh Vita kesakitan sepertibaru saja dipukuli selama
berhari-hari. Ia mengerang lirih ketika dua orang menarik
tangannya berdiri dan melemparkan baju penjaranya.
Tak berdaya berjalan sendiri, mereka menyeret tubuh Vita ke
selnya dan melemparkannya masuk ke dalam. Dari celah kecil di
atasnya Vita dapat melihat sinar matahari pagi mulai memancar. Ia
merangkak menuju ember berisi air dan dengan sekuat tenaga
berusaha membersihkan dirinya. Kemudian ia kembali merangkak
menuju matrasnya dan tersungkur tidur
Hari-hari selanjutnya merupakan neraka bagi Vita dan itu terus
berulang. Setiap pagi ia ditarik keluar dari sel jam lima pagi
kemudian bersama tahanan yang lain mereka naik ke sebuah truk
yang membawa mereka ke sebuah tanah lapang yang tandus. Di
situ mereka harus mencangkul tanah lapang itu untuk
diolahmenjadi lahan perkebunan. Ditengah hari mereka diijinkan
beristirahat selama setengah jam. Dan ketika matahari mulai
tenggelam mereka baru kembali ke penjara.
Dan pada malam hari, di hari-hari tertentu sekelompok penjaga
akan menyeretnya keluar dan memperkosanya bergantian hingga
hari menjelang pagi. Dan jika Vita terlihat kelelahan pada siang
harinyamaka komandan penjara akan mengikat Vita di
tengahlapangan dan memecuti tubuhnya disaksikan oleh para
tahanan yang lain.
Setelah sebulan berlalu, dan ketika Vita sedang bekerja dengan giat
demi menghindarkan dirinya dari hukuman komandan,
sekelompok tahanan wanita yang berkuasa di situ menyeret
tubuhnya ke dalam kamar mandi. Di situ mereka memukuli Vita
karena dianggap mencari muka dengan bekerja sangat
rajin.Mereka juga menyiksa Vita dengan memasukkan batang besi
dan sebuah tongkat ke dalam anus dan lubang kemaluan Vita.
Satu bulan kemudian Vita kembali diseret keluar dari selnya dan
dibawa mendekatisel tahanan pria. Dua orang penjaga
memegangi tangannya dan menyeretnya agar masuk ke dalam
sel tahanan yang penuh dengan tahanan pria.
"Malam ini kamu musti menghibur mereka!"
"Jangan! Jangaann! Jangan masukkan saya ke sana!" Vita
memohon dan menjerit minta tolong.
Tahanan pria sudah mulai berkerumun sambil meraba bagian
bawah tubuhnya. Jeritan Vita tak didengar sama sekali oleh
penjaga itu yang terus membuka kunci pintu sel itu dan
mendorong tubuh Vita masuk ke dalam sel yang lebih luas. Vita
berusaha menjauh dari tahanan pria itu sambil akhirnya terdesak
hingga jeruji sel itu. Sebuah tangan meraih bahu Vita dan
menariknya hingga terjatuh ke lantai. Tangan-tangan lainmeraih
kaki Vita dan membukanya. Dan ketika Vita
membuka mulutnya untuk menjerit sebuah batang kemaluan
langsung masuk kedalam mulutnya sementara sebuah batang
kemaluan lainmasuk ke dalam lubang kemaluannya.
Vita harus dirawat selama tiga hari di rumah sakit penjara setelah
semalam bersama tahanan pria itu. Tubuh Vita harus diseret
keluar dari sel di pagi harinya dan Vita hanya merintih,
"Lagi.. lagi.. lagi.. lagi.. lagi.."
Sebelum Vita pingsan malam harinya, Vita masih bisa mengingat
tiga orang laki-laki yang sekaligus menikmati tubuhnya dan ia
menjerit dengan sisa-sisa tenaganya dengan batang kemaluan
masuk di dalam mulutnya. Dan ketika ia sedang terbaring di
rumah sakit, Vita mengingat kembalipengalamannya di dalam sel
pria itu. Dan ia ingat betapa ia sendiri mencapai orgasme setelah
beberapa orang memperkosanya. Setelah beberapa orang lagi ia
kembali mengalami orgasme berkali-kali hingga ia pingsan
kelelahan. Dan ia sendiri tidak mengerti mengapa itu semua terjadi
pada dirinya.
Suatu hari Vita dan seorang tahanan lainnya Lia. Lia juga
mahasiswi yang diciduk dari Bandung karena demonstrasi. Lia
baru masuk sekitar satu bulan yang lalu, dan juga sudah habis-
habisan dikerjai oleh para penjaga penjara. Vita dan Liabekerja di
bidang tanah yanglain. Hari itu amat sangat panas. Vita dengan
segera telah terengah-engah kehausan. Menjelang tengah hari Vita
mendengar Lia berbisik kepadanya.
"Vita, Vita.." ia memanggil dengan suara lirih. Vita mengangkat
kepalanya dan melihat mata Lia membesar.
"Apa?" tanya Vita.
"Lihat! Para penjaganya nggak ada!"
Vita memperhatikan sekelilingnya dan ia terkejut ternyata Lia
benar. Tidak ada seorang pun penjaga yang terlihat. Ia
memandang kembali pada Lia dan langsung dapat menebak
pikirannya. Mereka akan berusaha melarikan diri.
Lia langsung melemparkan cangkulnya dan berlari masuk ke
dalam hutan. Vita juga langsung menyusul di belakangnya. Akar-
akar yang bergantungan menghalangi pandangan Vita,tapi ia
masih bisa melihat Lia yang berlari di depannya, entah menuju ke
mana yang
penting menjauhi neraka di belakang mereka.
Setelah beberapa saat nafasVita makin berat dan terputus-putus.
Semakin masuk ke dalam hutan, semakin sulit berlari dengan
cepat. Sebuah dahan mengayun dan memukul pipi Vita hingga
berdarah. Makin lama, pakaian yang dikenakan mereka berdua
semakin terkoyak-koyak karena tersangkut dahan dan akar.
Sekarang mereka hanya mengenakan serpihan kain yang sama
sekali tidak menutupi tubuh mereka, Vita dapat melihat bahu Lia
yang tersayat dahan dan memerahsementara ia terus berlari.
Akhirnya, karena letih dan kehabisan nafas mereka berdua jatuh
tersungkur di bawah pohon yang besar. Selama beberapa menit
mereka hanya bisa terengah-engah menarik nafas sementara
keringat membanjir keluar dari sekujur tubuh mereka.
Lia berbaring telentang, dan buah dadanya yang mengacung
bergerak naik turun seirama dengan nafasnya yang tersengal-
sengal.
"Kita berhasil!" kata Lia dengan senyum penuh kemenangan.
Wajahnya lebih berseri, walaupun ada darah yang menetes dari
dahi dan pipinya.
"Semoga kamu benar", kata Vita tenang.
"Kita masih harus keluar darihutan ini dan mencari jalan kembali ke
kota. Aku sendiri nggak tau kita ada di mana. Kamu tau?"
Saat itulah terdengar gonggongan anjing. Mereka langsung berdiri
dan berlari lagi, mereka berlari tanpa mengetahui arah mereka.
Anjing-anjing itu terdengar semakin dekat dan gonggongan
mereka terdengar makin keras. Vita dapat mendengar suara
teriakan penjaga-penjaga di sela gonggongan ajing itu, dan itu
membuat ia makin ketakutan dan berlari makin cepat. Hutan itu
makin gelap dan mereka sekarang sama sekali tidak tahu sedang
menuju ke arah mana. Yang mereka inginkan hanya melepaskan
diri dari regu pencari di belakang mereka.
Ketika mereka sampai di sebuah daerah kecil yang terbuka tiba-tiba
saja mereka sudah dihadang oleh sekelompok penjaga, dan setiap
kelompok memegang rantai yang mengikat seekor anjing
doberman yang besar dan hitam. Doberman itu menggonggong
dan melonjak-lonjak berusaha
mendekati Vita dan Lia tak terkendali. Salah seorang dari penjaga
berteriak dan doberman tadi langsung diamdan duduk di depan
masing-masing kelompok. Lia dan Vita langsung jatuh berlutut
ketakutan. Usaha mereka untuk melarikan diri gagal total.
"Betul juga kata komandan!" kata salah seorang penjaga.
"Yang dua ini pasti berusahalari!"
"Ya benar, kita semua pasti dapet hadiah malem nanti!" kata yang
lain.
"Iket mereka lalu seret balik ke penjara."
"Tunggu!" kata penjaga yangtadi menenangkan doberman.
"Masa anjing-anjing ini nggak dapet bagian. Mustinya mereka
dapet hadiah, kan mereka yang nemuin cewek-cewek ini!"
Rasa mual langsung menyerang perut Vita, karena ia bisa
menebak maksud penjaga itu. Sambil ditertawai oleh penjaga-
penjaga itu, Vita dan Lia didorong hingga jatuh tersungkur di atas
siku dan lutut, dan kaki-kaki mereka ditarik membuka lebar-lebar.
Sementara dua penjaga memegangi tubuh Vita, penjaga yang
ketiga menggiring seekor dobermanmendekati tubuh Vita dari
belakang. Vita dapat merasakan hembusan nafas ajing itu di
pantatnya dan ia mendengar anjing itu mendengus-dengus.
Tubuh Vita mengejang ketika lidah anjing itu menjilati lubang
kemaluannya yang mengirimkan sensasi ke seluruh tubuhnya.
Dan tiba-tiba kaki depan doberman itu menghujam ke pinggulnya
dan batang kemaluan binatang itu masuk ke dalam lubang
kemaluan Vita. Dengan perut mual Vita hanya bisa diam tak
bergerak ketika doberman itu mulai bergerak memperkosanya
dari belakang. Sementara penjaga-penjaga itu mulai tertawa lagi
melihat adegan di depan mereka.
Perlahan tubuh Vita mulai bereaksi atas gerakan doberman itu dan
tubuhnya mulai bergerak seirama dengan gerakan doberman.
Lubang kemaluan Vita perlahan mulai terangsang ketika gerakan
Vita makin seirama dengan gerakan doberman di belakangnya.
Tubuh Vita mulai berkeringatlagi dan nafasnya makin tersengal-
sengal. Vita mulai mengerang sembari menelan ludah dan
pandangannya mulai kabur. Tubuh Vita mulaimenuju orgasme
yang makin lama makin memuncak di
sekujur tubuhnya. Dan ketikadoberman itu melolong, Vita
merasakan sperma anjing memenuhi lubang kemaluannya dan ia
menjerit dan mengerang nikmat. Doberman itu lalu mundur
danseekor anjing lain menggantikan posisinya. Kembali Vita
merasakan sebuah daging panas masuk ke dalam lubang
kemaluannya dan doberman itu mulai menyetubuhinya. Dengan
tubuh makin bergejolak mendekati orgasme Vita masih sempat
melihat Lia yang ada di seberangnya, ia melihat Lia yang meronta-
ronta karena seekor doberman lain sedang menyetubuhinya juga.
Vita seperti sedang bermimpimelihat itu semua, yang nyata
baginya hanyalah orgasme dalam tubuhnya yang makin
mendekati puncak. Dan ketika dobermankedua menyemburkan
spermanya, Vita menjerit dihantam gelombang orgasmeyang
kedua. Vita tidak tahu lagi berapa doberman lagi yang
menyetubuhinya, tapi ketika anjing terakhir selesai, tubuh Vita
langsung tersungkur kelelahan. Dari lubang kemaluan Vita
mengalir sperma anjing dan di pinggulnya juga dilumuri oleh
sperma mereka. Vita terus berbaring tak bergerak selama
beberapa menit, terengah-engah dan gemetar ketika gelombang
orgasme yang tersisa masih mengalir ke seluruh tubuhnya.
Dengan mata terkejap-kejap ia melihat ke arah Lia, dengan seekor
doberman di depannya dan batang kemaluan anjing itu
dimulutnya, berusaha mengulum dan menjilati hingga akhirnya
anjing itu menggeram dan sperma menyembur ke wajah Lia.
Setelah itu seorang penjaga mendekat dan menarik kepala Vita
sambil mendekatkan batang kemaluannya ke mulut Vita. Tanpa
bisa berpikir jernih lagi Vita membuka mulutnya dan mulai
mengulum dan menjilat batang kemaluan laki-laki itu. Vita terus
mengulum sementara batang kemaluan lain juga masuk ke
lubang kemaluannya dan mulai bergerak. Vita sudah tidak
menyadari keadaan sekelilingnya lagi. Semuanya tampak kabur
sampai akhirnya gelap gulita. Vita mengulum batang kemaluan
yang besar itu dengan penuhnafsu, lidahnya menjilati batang
kemaluan hingga pangkalnya. Nafas Vita tersentak ketika sebuah
batang kejantanan lain menghunjam ke anusnya. Vita sedang
dalam posisi merangkak. Buah dada Vita mengayun-ayun ketika
tubuhnya mulai bergerak didorong oleh gerakan batang kemaluan
di anusnya.Tubuh Vita segera berkeringat ketika Vita dengan
sekuat tenaga membuat dua orang itu mencapai klimaks. Vita
sendiri telah mengalami dua kali orgasme sepanjang hari itu, dan
ia sadar dirinya masih akan mengalami orgasme demi orgasme
sebelum akhirnya ia kembali ke penjara lagi.
Sekarang Vita sudah menjadipelacur bagi penjara itu. Ia harus
melayani setiap orang yang sanggup dan mau membayar
tubuhnya. Penjaraitu ternyata memiliki kegiatanpelacuran kelas
tinggi. Bisnisman dari manca negarayang pernah mendengar
tentang penjara itu kebanyakan mengetahui tentang kegiatan
terselubungitu, tak terkecuali juga pejabat-pejabat negara kelas
tinggi yang kadang juga menggunakan tubuh Vita dan tubuh
gadis lainnya yang sudah dipilih sendiri oleh komandan penjara.
Malam itu Vita harus melayanidua orang dari Inggris yang sudah
membayar US$ 1.000 kepada komandan untuk dapat
menggunakan tubuhnya selama delapan jam. Tiga minggu yang
lalu Vita melayani seorang pejabat dari Brunei. Ia membayar US$
2.000 agar ia dapat memecuti tubuh Vita yang menjerit dan
mohon ampun, selama enam jam berturut-turut. Vita tidak dapat
bergerak selama enamhari setelah peristiwa itu.
TAMAT

5 komentar:

  1. Balasan