Jumat, 24 Mei 2013

Penyesalan Yang terlambat



"Dadanya montok, sayang kakinya bisulan. Yang satu itu boleh juga, wah, celana dalamnya berwarna hitam" Andy sedang duduk di kantin kampusnya bersama teman-temannya.Biasanya Andy suka bercanda dan tertawa keras-keras bersama teman-temannya. Tapi beberapa hari ini dia kelihatan agak lain dari biasanya. Bila sedang beradadi kantin sekolah, dia kelihatan asyik memandangi orang-orang yang lewat, atau lebih tepatnya cewek-cewek cantik dan seksi yang sedang lewat.
Tiba-tiba Tono yang sedang duduk di samping Andy menepuk bahunya sambilberkata. "Hei, ada apa denganmu? Kamu liat apa sih? Kok diam aja dari tadi."
"Ah.. tidak.." Jawab Andy, pandangannya tetap terarah pada cewek cakep yang sedang duduk di seberang meja. Andy sedang mencoba untuk melihat celana dalam cewek tersebut.
Tono mencoba mengikuti pandangan Andy, lalu dia tertawa keras-keras sambil menepuk-nepuk bahu Andy lebihkeras dari sebelumnya.
"Ada apa sih, sakit tau." KataAndy dengan kesal.
"Jangan-jangan.. kamu tertarik ama si Susi yah." Kata Tono.
"Apa.. maksudmu." Wajah Andy sedikit memerah, karena ketahuan sedang memandangi Susi.
"Andy tertarik ama Susi? Wah ini berita besar nih. Ntarkita sebarkan pada teman-teman sekelas." Kata Iwan yangduduk berhadapan dengan Tono.
"Hei, jangan macam-macam ya kalian. Awas kalo kalian berani bilang." Ancam Andy.
"Wah, mengancam nih. Ini berarti.. dia memang ada maksud sama si Susi." Tawa Iwan.
"Ah sudahlah, bosan aku bicara sama kalian." Kata Andy sambil bangkit berdiri dari kursinya dan kembali ke kelasnya.
"Udah bosan sama kita katanya." LedekTono."Sekarang dia udah mau sama si Susi."
Teman-teman lain yang juga duduk satu meja dengan Andy tertawa terbahak-bahak.
Saat ini Andy sedang memasuki tahun kedua pada kuliahnya. Entah kenapa, akhir-akhir ini, gairah sex Andy menjadi lebih tinggi daribiasanya. Setiap kali melihat cewek seksi yang pakai rok mini lewat, dia suka berangan-angan sedang bercumbu dengan cewek
tersebut, melepaskan BH dancelana dalamnya perlahan-lahan, kemudian meremas-remas kedua dadanya, lalu mengelu-elus vagina-nya yang lembut..
*****
"Aku pulang." Kata Andi.
Seperti biasanya, setelah melemparkantasnya ke dalam kamarnya, dia langsung menuju dapur untukmencari sesuatu untuk dimakan. Akan tetapi, alangkah terkejutnya dia, saat dia sampai di dapur, dia melihat seorang cewek berambut panjang yang tidakdikenalnya sedang memasak indomie.
Andy spontan berkata dengan agak kasar. "Siapa kamu!"
Cewek itu membalikkan tubuhnya, dan terlihatlah duabuah dada yang besar dan montok, pinggul yang rampingsertasepasang kaki yang halus.
Andy terkesima sejenak, apalagi cewek itu sedang mengenakan celana pendek serta T-shirt berwarna putihyang tidak menutupi bagian pusarnya.
"Er.. saya.. saya mahasiswa baru yang akan menginap disini." Jawab cewek itu, wajahnya yang cantik dan polos kelihatan cemas dan khawatir, karena dia takut dia akan disangka maling.
"Oh iya." Kata Andy. Dia baru teringat akan perkataan orang tuanya, bahwa ruang kosong yang ada di lantai satu akan disewakan kepadadua orang mahasiswa tahun pertama.
"Tapi.. bukankah ada dua orang? Yang satu lagi ada dimana?" Tanya Andy.
"Er.. teman saya besok baru bisa datang." Jawab gadis itu.
"Oh, begitu ya, em.. nama saya Andy. Barusan.. sori yah, soalnya saya lupa." Kata Andy dengan wajah yang agak memerah, soalnyabarusan dia telah membentaknya dengan keras.
"Oh, tidak apa-apa. Nama saya Elisa." Kata gadis itu.
*****
Jam di dinding menunjukkan pukul 5 sore. Andy sedang duduk di lantai kamarnya, nafasnya terengah-engah, tangan kirinya sedang membalik-balik halaman majalah Playboy yang dia pinjam dari temannya, sementara tangan kanannya sedang mengocok-mengocok penisnya dengan cepat.
Tidak lama kemudian, saat dia merasa akan orgasme, dia cepat-cepat mengambil kantong plastik yang sudah disediakan disampingnya, laludisemprotkan spermanya ke dalam kantong plastik tersebut.
Untuk beberapa saat, Andy
duduk termenung di lantai kamarnya, sambil membayangkan tubuh Elisa yangseksi.
*****
Malam itu, Andy tidak bisa tidur. Setelahberguling-guling di tempat tidurnya selama setengah jam, akhirnya dia memutuskan untuk turun ke dapur untuk mencari makanan. Orang tua Andy sedang bepergian keluar kota bersama kedua adiknya yang kebetulansedang liburan. Mereka baru pulang pada keesokan harinya, jadi rumah Andy menjadi lebih sepi dari biasanya.
Malam itu rumah Andy hanya dihuni oleh 4 orang, yaitu: Andy, tantenya, seorang pembantu rumah tangga, dan mahasiswi yang baru masuk itu.
Kamar Andy terletak di lantai dua, sementara kamar tantenya, dan kamar si pembantu rumah tangga terletak di lantai tiga.
Saat Andy tiba di lantai satu dan hendakmenuju ke dapur, dia melihat Elisa baru saja keluar dari toilet sambil mengenakan piyama yang sedikit tembus pandang. Elisamelihat ke arah Andy dan tersenyum, kemudian dia langsung menuju ke kamarnya yang terletak di lantai satu.
*****
Jam dinding yang tergantung di dapur menunjukkan pukul 12.30 malam. Andy sudah menghabiskan semangkuk indomie, dan sekarang sedang duduk melamun di dapur. Dia tidak bisa melupakan lekuk tubuh Elisa yang seksi itu. Semakin dipikir, Andy semakin bernafsu, dan akhirnya, setelah duduk melamun di dapur selama sepuluh menit, Andy memutuskan untuk memasuki kamar Elisa dan melihat tubuhnya secara langsung.
Mula-mula Andy kembali ke kamarnya untuk mengambil kunci kamar Elisa yang dititipkan ibunya kepadanya. Ibu Andy takut kalau-kalau mahasiswi yangbaru masuk itu akan melakukan perbuatan terlarang di kamartersebut, sehingga dia menitipkan kunci cadangan kepada Andy.
Andy lalu turun lagi ke dapur dan mematikan lampu dapur, sehingga sekarang suasananya menjadi gelap gulita. Setelah itu Andy langsung menuju ke kamar Elisa. Saat Andy memasukkankunci tersebut dan memutarnya, terdengar bunyi"Klik!" yang lumayan keras, karena waktu itu sudah larut malam, sehingga bunyi yang kecil pun terdengar cukup jelas
Andy menunggu sejenak karena takut kalau-kalau Elisa terbangun. Setelah memastikan bahwa Elisa masih tertidurlelap, dia lalu memasuki kamar Elisa, menutup pintu tersebut dengan perlahan-lahan, dan mengunci pintu tersebut, untuk berjaga-jaga.
Andy lalu bergerak ke tempattidur Elisa.Elisa tidak menutup tirai jendela kamarnya, sehingga cahaya bulan yang berasal dari luar adalah satu-satunya penerangan di kamar itu, tapicukup bagi Andy untuk melihat sekeliling ruangan.
Saat itu Elisa sedang tidur menghadap ke samping sambil memeluk gulingnya. Andy lalu berdiri di samping tempat tidur Elisa sambil menatap posisi tidurnya. SaatAndy melihat wajah Elisa yang polos dan lembut, untuksesaat gairah sexnya hilang,digantikan oleh suatu perasaan aneh yang bergejolak dihatinya.
Namun saat Andy melihat punggung Elisa, terlihat baju piyamanya agak tersingkap ke atas, dan celana dalamnyayang berwarna cerah menyembul keluar dari celanapanjangnya. Tiba-tiba saja, gairah sex Andy muncul kembali.
Andy lalu dengan tangan yang gemetaran mencoba memegang pantat Elisa, dan pada saat tangannya bersentuhan dengan pantat Elisa, kontan batang penis Andy menegang.
Andy biasanya hanya melihat cewek bugil melalui majalah atau VCD porno saja, jadi diatidak pernah melihatnya secara langsung. Pada saat ini, seorangcewek seksi sedang terbaring di depan matanya, tentu saja gairah sex-nya langsung mencapai batas maksimal.
Akhirnya Andy tidak tahan lagi. Dia lalu memutarkan tubuh Elisa ke arahnya, melepaskan tangan Elisa darigulingnya, lalu mengambil guling tersebut dan meletakkannya di atas lantai.
Kemudian Andy melepaskan kancing baju Elisa satu persatu. Saat Andy selesai membuka baju tidur Elisa, terlihatlah, BH yang berwarnaputih danbercorak bunga-bunga menutupi buah dada Elisa yang besar, pada saat ini, batang penis Andy kontanmenegang hingga batas maksimal. Saat-saat ini hampir sama seperti saat Andy melihat gambar porno untuk pertama kalinya.
Dengan tangan yang semakingemetaran, Andy lalu
mengelus-elus dada Elisa yang masih terbungkus BH itudengan perlahan-lahan. Saking bergairahnya, Andy bahkan merasakan bahwa batang penisnya ikut bergetar.
Andy lalu menurunkan celana panjang Elisa perlahan-lahansampai pada lututnya, dan terlihatlah celana dalam Elisa beserta pahanya yang mulus.
Tangan kanan Andy lalu mengelus-elus paha Elisa yang lembut itu, sementara tangan kirinya meremas-remas bagian atas dada Elisayang tidak tertutup oleh BH dengan perlahan-lahan. Setelah mengelus-elus paha dan dada Elisa selama beberapa saat, Andy merasa bahwa dia sudah tidak tahan lagi. Ingin rasanya dia melepaskan celana dalam Elisa, dan menusukkan batang penisnyakuat-kuat ke dalamnya.
Akan tetapi, pada saat inilah Elisa terbangun dari tidurnya.Saat Elisa membuka matanya,dia sangat terkejut karena seseorang sedang berdiri di samping tempat tidurnya sambil memegangi paha dan dadanya. Kontan dia menjerit"Tolong..!"
Melihat hal ini, secara refleksAndy langsung menutup mulutElisa dengan tangan kanannya, dan dia juga segera tidur tertelungkup di atas tubuh Elisa supaya Elisatidak melarikan diri. NamunElisa juga tidak menyerah begitu saja, dia terus berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Andy, kedua tangannya terus sembarangan pukul, dan kedua kakinya juga terus-menerus menendang.
Selama kira-kira lima menit, Elisa terus meronta dan meronta, namun biar sekuat apapun dia memukul dan menendang, dia tetap tidak dapat menyingkirkan tubuh Andy yang sedangmenekannya dengan keras. Namun pada saat sinar bulanyang melalui jendela mengenai wajah Andy, wajah Elisa memperlihatkan ekspresi terkejut yang teramat sangat. Air mata tiba-tiba mengalir turun membasahi pipinya, dan entah kenapa, perlawanan Elisa berangsur-angsur melemah, dan pada akhirnya dia malah tidak memberikan perlawanan sama sekali, entah karena tenaganya telah terkuras habis, atau karena dia sudah pasrah akan nasibnya, atau mungkinjuga karena alasan lain.
Rintihan dan rontaan Elisa tadi malah membuat nafsu
sex Andy semakin meningkat,dan pada saat ini nafsu sex-nya sudah mencapai tahap klimaks. Melihat Elisa yang sudah tidak memberikanperlawanan lagi, Andy langsung meremas-remas tubuh Elisa dengan kasar.
Mula-mula Andy melepaskan tangan kanannya dari mulut Elisa dengan perlahan-lahan.Setelah melihat bahwa Elisa tidak berteriak lagi, dia langsung meremas-remas kedua dada Elisa yang masih terbalut BH berwarna putih itu dengan bernafsu.
Tidak lama kemudian, dia punmerobek baju piyama Elisa, dan membuangnya ke lantai. Rintihan kesakitan Elisa membuat Andy semakin bergairah. Andy lalu melepaskan celana panjang Elisa dan sementara kedua tangannya tetap meremas-remas dada Elisa, lidahnya menjilat-jilat vagina Elisa yang masih terbungkus oleh celana dalam itu.
Setelah selang beberapa waktu, Andy lalu menciumi bagian dada Elisa yang tidak tertutup oleh BH, sekaligus menjilatinya. Andy juga menciumi bagian leher dan bibir Elisa dengan paksa.
Setelah puas menciumi Elisa, Andy lalu melepaskan BH dan celana dalam Elisa, sehingga sekarang Elisa sedang dalamkeadaan telanjang bulat dan dalam posisi tidur terlentang di atas tempat tidurnya.
Melihat kedua dada Elisa yang besar dan berisi, serta vaginanya yang dipenuhi oleh bulu-bulu halus, Andy tidak dapat menahan dirinya lebih lamalagi. Dia langsung melepaskan baju, celana, dancelana dalamnya, sehingga mereka berdua sekarang dalam keadaan telanjang bulat.
Tangan kiri Andy lalu meraba-raba vagina Elisa, sementara tangan kanannya memutar-mutar puting susu Elisa. Perbuatan Andy membuat tubuh Elisa sedikit bergetar karena saking gelinya. Tidak lama kemudian,Andy merasakan vagina Elisamulai basah danmengeluarkan cairan.
Andy lalu menusukkan batangpenisnya ke dalam vagina Elisa. Tindakan ini, membuat Elisa menjerit kesakitan, namun Andy sudah tidak peduli lagi. Walaupun Elisa menangis terisak-isak, Andy tetap saja mencengkram kedua dada Elisa sambil memompa vaginanya dengan keras. Andy yang sekarang sudah kehilangan akal
sehatnya dan sudah dikuasaioleh hawa nafsu. Sekarang tujuannya hanya satu, yaitu menyetubuhi gadis yang sekarangsedang tidur terlentang di hadapannya.
Namun entah karena rasa takut atau malu, Elisa berusaha untuk menahan danmemperkecil suara teriakannya.
Sementara itu, Andy terus menggerakkan pantatnya naik turun sesuai irama. Rintihan kesakitan Elisa hanya membuatnya semakin bersemangat.
Walaupun penis Andy sedangmelakukantugasnya keluar masuk vagina Elisa, tangannya juga tidak tinggal diam. Kedua tangannya terus meremas-remas kedua dada Elisa dengan keras, sehinggakadang-kadang Elisa merintih."Ahh.. sakit bang.. AHH.. jangan bang.."
Setelah memompa vagina Elisa selama kira-kira 15 menit, Andy akhirnya menyemburkan spermanya kedalam vagina Elisa, membuat Elisa menjerit tertahan.
Biasanya setelah ejakulasi penis Andy akan menjadi lemas dan mengecil, dan dia juga akan terduduk lemas, akan tetapi karena ini adalahpertama kalinyaAndy melakukan sex nyata denganseorang wanita, sehingga penisnya tetap saja menegang, dan rasanya dia masih punya kekuatan untuk melakukannya sekali lagi, atau bahkan mungkin dua kalilagi.
Namun Andy tidak ingin terburu-buru, dia ingin menikmati malam ini hingga sepuas-puasnya. Andy lalu memain-mainkan kedua dada dan puting susu Elisa. Mula-mula dia meremas-remas dada Elisa, seperti tukang susu yang sedang memerah susu sapi. Lalu dia memutar-mutar puting susu Elisa, dan menjilatinya serta menghisapnya.
Mulut Andy menghisap-hisap dada sebelah kiri Elisa, sedangkan tangan kanannya meremas-remas dada Elisa yang satu lagi. Lalu tangan kirinya digunakan untuk meraba-raba paha dan vagina Elisa.
Gerakan Andy yang makin lama makin mengganas itu membuat Elisa merintih dan meronta. "Jangan bang.. cukup bang.. ahh.. Akhh.. sakit bang.." Namun Andy tidak peduli. Andy dengan tubuhnya yang lumayan kekar itu tetap menekan tubuh Elisa, sehingga dia tidakbisa banyak bergerak.
Setelah menghisap puting susu Elisa selama beberapa saat, Andy lalu menurunkan
kepalanya sampai sejajar dengan vagina Elisa, dan diapun mulai menjilat-jilati vagina Elisa. Mula-mula Andy menjilati bagian luar vagina Elisa. Kemudian secara perlahan-lahan dia pun mulai menjilati bagian dalam vaginaElisa, sambil sesekali menusuk-nusukkan lidahnya kedalam vagina tersebut.
Gerakan lidah Andy yang semakin mengganas itu membuat Elisa merintih dan mengerang. "Ah.. geli bang.. Ahh.. Ahh.. AHH.. jangan.. bang.."
Setelah puas menjilati vaginaElisa, Andylalu mengangkat kedua kaki Elisa dan meletakannya di atas kedua pundaknya. Andy lalu kembalimenusukkan penisnya ke dalamvagina Elisa dan menekan kedua paha Elisa hingga menyentuh kedua dadanya sendiri, lalu Andypun mulai memompa vagina Elisa lagi.
Melihat hal ini, Elisa berusahauntuk menolak tubuh Andy. Namun tenaganyasaat ini sudah terkuras habis, sehingga dia hanya pasrah saja, sambil sesekali merintihdan mengerang.
Mula-mula pantat Andy bergerak maju mundur dengan perlahan, dan gerakannya sedikit demi sedikit dipercepat. Namun sesudah lebih dari 10 menit, pantatnya digerak-gerakkan dengan cepat dan kasar, sehingga suara rintihan Elisaterdengar semakin keras danterputus-putus.
Tidak lama kemudian, Andy pun menembakkan spermanya ke dalam vagina Elisa untuk yang kedua kalinya.
Walaupun sudah berejakulasiuntuk yang kedua kalinya, namun nafsu sex Andy tetap saja tinggi. Dia lalu menggantiposisi Elisa dan mulai memompa vaginanya lagi, sambil meremas-remas keduadadanya.
Kali ini Elisa tidak merintih dan merontalagi, badannya tergeletak lemas di atas ranjang. Dia merasakan dadadan vaginanya sudah mati rasa. Matanya menatap ke atas rembulan yang sedang menggantung di langit malam. Pandangannya menerawang jauh..
*****
Keesokan harinya, kedua orang tua Andy beserta adik-adiknya akhirnya pulang dari rekreasi. Teman Elisa yang satu lagi juga telah tiba di rumah Andy.
Namun Elisa sepertinya tidak mengatakan hal tersebut kepada siapa-siapa, termasuk teman sekamarnya,soalnya semua orang
melakukan kegiatan sehari-harinya seperti biasanya, dan setiap kali Andy berpapasan dengan Lidya, teman sekamar Elisa, Lidya selalu tersenyum kepadanya,seakan-akan antara Andy dan Elisa tidak pernah terjadiapa-apa.
Satu hal yang berubah adalah, Elisa selalu berusahauntuk menghindari Andy, sama halnya dengan Andy, setiap kali melihat Elisa, dia juga selalu berusaha untuk menghindar.
Lima hari kemudian, Elisa tiba-tiba mengatakan bahwa dia hendak pindah ke tempat lain. Hal ini tentu saja mengejutkan semua orang. Sewaktu ditanya alasannya, dia hanya berkata bahwa tempat kosnya yang baru lebih dekat dengan kampusnya, dan Lidya juga ikut pindah bersamanya.
Setelah Elisa pindah keluar, Andy masukke kamar itu lagi.Dia melihat-melihat ruangan itu sejenak, kemudian saat dia hendak melangkah keluar, dia melihat keranjangsampah kecil yang terletak disudut ruangan hanya terdapat tiga gumpalan kertas. Karena penasaran, Andy lalu mengambil tiga kertas tersebut, dan diluruskannya kertas-kertasitu.
Kertas yang pertama hanya berisi coret-coretan yang tidak penting. Sedangkan kertas yang kedua dan ketiga merupakan sobekan dari sebuah diari. Kertas yang kedua hanya berisi tentang perjalanan Elisa dari rumahnya sampai ke rumah Andy. Sedangkan saatAndy selesai membaca kertas yangterakhir, tanpa disadarinya, air matanya mengalir turun membasahi pipinya. Hatinya serasa bagaikan disayat sembilu.
Isi kertas yang terakhir adalah sebagai berikut: "lalu saat saya sedang memasak indomie di dapur, tiba-tiba seorang cowok membentakku.Saya sangat terkejut. Tapi setelah kami berbincang-bincang, rupanya dia adalah anak pemilik rumah ini, namanya Andy. Menurutku orangnya lumayan cakep, dan entah kenapa, sewaktu saya berbincang-bincang dengannya, rasanya ada sebuah perasaan aneh muncul di hatiku.
Siang itu tidak ada hal yang istimewa, dan malamnya sayamakan malam bersama Andy dan tantenya.
Setelah makan malam saya langsung kembali ke kamar dan membaca buku sampai lupa waktu. Malam ini haid
saya datang lagi, sungguh membuatku kesal. Akan tetapi, mungkin saya juga harus berterima kasih kepadanya, karena saat saya keluar dari toilet, sayaberpapasan dengan Andy. Saya hanya tersenyum kepadanya karena badan saya sudah lemas gara-garahaid, padahal sebenarnya saya ingin berbincang-bincang banyak dengannya.
Kenapa ya setiap kali bertemu dengan Andy, jantungku selalu berdebar keras? Apakah mungkin, saya jatuh cinta kepadanya? Wah, jadi malu nih.
Baiklah, besok saya pasti akan mengajaknya ngobrol. Semoga besok cepat datang."

6 komentar:

  1. Balasan